Pengrajin Sangkar Burung Katazi Kebanjiran Orderan, Tapi Terbatas Modal

437
Katazi, pengrajin sangkar burung (Anggoro)

BANJAR – Kreatifitas pemuda lingkungan Parunglesang RT.03/08 Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat patut disuport.

Sekelompok pemuda ini memberdayakan pengangguran ke dalam ekonomi kreatif. Mereka menamakan diri dengan ‘Katazi’, yang bergerak di bidang kerajinan membuat sangkar burung.

Katazi sendiri berdiri Tahun 2017. Walaupun dengan modal swadaya, sampai saat ini bisa berjalan cukup baik.

Sangkar burung hasil produksi mereka mampu bersaing di pasaran, bahkan hingga ke wilayah Bandung, Tasik, Ciamis, dan Pangandaran bahkan wilayah Jawa Tengah.

Nanang, Inisiator Katazi menuturkan, diawali dengan hobi memelihara burung merpati, dirinya bersama rekanya mulai merambah ke dunia kerajinan.

“Awalnya hobi burung merpati, lama kelamaan, kami mulai membuat sangkar burung sendiri,” Ujarnya, Sabtu (25/01/2020).

“Untuk harga satu sangkar, yang satu pintu mulai Rp.100.000 bahkan sampai 2 juta, tergantung pesanan konsumen,” jelas Nanang, ketika ditanya soal harga.

Saat ini kata Nanang, kelompoknya kebanjiran orderan dari berbagai wilayah, khususnya pecinta Burung Merpati.

Tapi sayang lagi-lagi karena persoalan modal, yang menghambat kelompok pemuda ini menjadi terbatas dalam melangkah.

” Tadinya kami coba bikin sangkar burungnya untuk dipakai sendiri lama kelamaan banyak orderan, sampai saat ini terkadang pesenan tidak tercover karena terbentur modal,” Ujarnya.

“Saya berharap pemerintah bisa membantu dalam segi permodalan, kalau modalnya ada pesanan terpenuhi, tentunya saya juga akan menambah pekerja sehingga akan membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Nanang lagi. (mg1)