Pengemudi ‘Vespa F1’ Ditilang Polisi

106

GARUT – Seorang pengemudi Vespa ditilang satuan lalulintas Polres Garut, Selasa (07/01/2020). Pasalnya motor vespa yang dikemudikan sudah dimodifikasi bentuknya menyerupai mobil balap F1.

Penilangan itu dilakukan karena perubahan tersebut bisa membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Garut, AKP Asep Nugraha mengaku bahwa dirinya yang melakukan penilangan langsung kepada pengendara vespa F1 tersebut.

“Kita berikan tindakan berupa penilangan saat kita melakukan operasi di sekitar Bundaran Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut,” ujarnya, Selasa (07/01/2020).

Asep menyebut bahwa kendaraan bermotor yang ditilang dasarnya merupakan vespa namun dirubah bentuk dan warna menjadi mobil balap F1 yang dilengkapi dengan setir.

Aksi perubahan tersebut pun dianggap merubah spesifikasi kendaraan vespa pada umumnya sehingga ia langsung menilang pengendara tersebut.

“Kendaraannya sekarang kita kandangin di Mapolres Garut. Pengemudinya juga tidak bisa menunjukan STNK, bahkan mungkin ini pengemudinya tidak memiliki BPKB kendaraan,” katanya.

Perubahahan bentuk kendaraan yang dilakukan pemilik kendaraan, menurut Asep bukan tidak mungkin membahayakan dirinya dan pengendara lainnya. Hal tersebut bisa dilihat dari ukuran kendaraan yang sangat kecil dibanding kendaraan pada umumnya.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan pemilik kendaraan melakukan perubahan tersebut. “Pemiliknya ini orang Garut. Mungkin saja pemiliknya ini pengen punya mobil balap seperti yang biasa digunakan di balapan F1,” ucapnya.

Kasat Lantas menyebut bahwa pemilik kendaraan bisa mengambil kembali kendaraan yang ditilang pihaknya. Namun pemilik kendaraan harus memenuhi syarat-syarat yang diajukan pihaknya.

“Yang pertama harus bisa memperlihatkan STNK dan BPKB kendaraan. Keduanya, kalau sudah bisa menunjukkan, pemilik harus mengembalikan kendaraan ke bentuk awalnya, yaitu vespa. Kalau tidak bisa melakukan itu tidak akan kita keluarkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan hal serupa jika menemukan kembali kendaraan-kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Menurutnya, perubahan kendaraan bisa saja dilakukan untuk kendaraan namun dilakukan di bengkel-bengkel yang sudah diperbolehkan melakukan hal tersebut.

“Kalau bengkel-bengkel tertentu itu pasti ada ujinya dulu, tidak asal merubah begitu saja. Pembuatan kendaraan, mulai dari bentuk dan yang lainnya itu disesuaikan segalanya. Kalau jadi kecil gitu, kebayang kalau di belakangnya ada tronton, kan bisa saja malah membahayakan dirinya,” tutupnya. (igo)