Pendidikan Pancasila Harus Diberikan sejak Usia Dini

212
Capres 01 Joko Widodo (FIN)

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA Capres dari Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto menilai penanaman pendidikan perihal Pancasila begitu penting dan harus diberikan sejak usia dini tanpa harus memandang apakah kategori usia. Menurut pendapat saya, Pancasila ini walaupun kita tidak mau melakukan pedekatan indoktrinasi, tetapi kita harus memberikan pemahaman ini sejak usia dini, kata Prabowo dalam pemaparannya di ruang debat di Jakarta, Sabtu (30/3)

Politisi Partai Gerindra ini pun mengaku sepakat penanaman Pancasila amatlah penting karena ideologi tersebut merupakan simbol kesepakatan bangsa yang menjadikan Indonesia merdeka dan dinikmati hingga saat ini.

“Jadi generasi penerus bangsa harus tahu negara kita dari mana. Bukan indoktrinasi, melainkan edukasi dari usia dini, sekolah, universitas, S2 dan S3. Selain itu pemimpin lembaga dan bangsa ini harus juga dapat memberi contoh bagaimana cara untuk mempersatukan, menyejukkan, dalam memilih orang, jangan memandang suku, agama dan ras (SARA-red),” tegas Prabowo.

Hal senada pun juga disampaikan oleh, Capres dari paslon nomor urut 01, Joko Widodo mengaku sepakat bahwa fakta sejarah perlu terus diberikan kepada penerus generasi bangsa agar dapat meluruskan nilai nilai pancasila.

“Membangun Pancasila, harus diberikan dalam dunia pendidikan bukan hanya sejak Taman Kanak-anak (TK), tapi dari PAUD. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana memberikan pendidikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Anak-anak pun harus diberitahu bagaimana caranya bertoleransi 714 suku, dan tahu bagaimana bergaul dengan yang lain karena kita punya 1100 bahasa, serta beragam agama,” papar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Mantan Wali Kota Solo ini pun menambahkan pihaknya juga akan meningkat peran BPIP agar penanaman nilai Pancasila dapat lebih maksimal dapat diterima oleh generasi milenial untuk dipergunakan dalam bersosialisasi sehari-hari.

“Kita sudah punya BPIP, tetapi harus dimaskimalkan, agar relevansi Pancasila dapat diserap oleh anak muda kita,” tutup beliau.

Kurikulum Harus Jelas

Terpisah, pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, pendidikan Pancasila sudah tidak bisa lagi dipaksakan ada di lingkungan sekolah. Berbeda dengan masa sebelum reformasi dulu.

“Keleluasaan itupun makin menjadi di lingkungan sekolah swasta. Belum tentu mereka mengenalkan Pancasila di sekolahnya,” kata Darmaningtyas di Jakarta.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa bila tidak dikenalkan nilai Pancasila secara intens, maka otomatis pola pikir peserta didik akan terpengaruh. Termasuk dalam cara mereka menjalankan toleransi bergama, antar suku, atau pemikiran tentang keadilan sosial.

Ia berharap pemerintah bisa mengawasi dan mengingatkan lebih intens lagi mengenai pelajaran Pancasila di lembaga pendidikan formal. Kalau kurikulum jelas. “Pelaksanaannya ini yang perlu diawasi lagi,” tandasnya. (by/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here