Pemprov Alokasikan Rp500 Miliar untuk Kembangkan Pariwisata

356
Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berkunjung ke Situ Bagendit, Banyuresmi, Garut, beberapa waktu lalu. Situ Bagendit masuk dalam rencana pengembangan pariwisata oleh Pemprov Jabar.

RadarPriangan.com, BANDUNG – Untuk meningkatkan pariwisata di Jawa Barat (Jabar), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyiapkan anggaran Rp500 miliar pada 2019 ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, anggaran tersebut untuk 30 titik pembangunan destinasi pariwisata di Jabar di antaranya untuk membangun berbagai fasilitas tempat-tempat wisata.

’’Yang akan direnovasi tahun ini mulai dari danau, air terjun, pantai dan hingga wisata kota,’’ kata Emil kepada wartawan, Rabu (24/4).

Dia mengatakan, konsep pengembangan pariwisata akan menjadi wajah baru ekonomi di Jawa Barat. Sebab, pariwisata adalah sektor paling realistis untuk dikembangkan. Terlebih, Jabar memiliki potensi alam dan budaya sangat besar.

”Kami sudah putuskan bahwa wajah ekonomi Jabar adalah ekonomi pariwisata. Kalau kita mau jadi negara pariwisata terbaik dan terindah di dunia pasti bisa dan sangat memungkinkan,” ungkap Emil.

Setelah memasang target Jabar sebagai provinsi wisata Indonesia, lanjut Emil, ada tiga langkah strategis yang telah disiapkan Pemprov Jabar. Pertama, memperbaiki akses dan infrastruktur ke potensi wisata.

”Jalannya diaspal lagi, infrastruktur lainnya dan promosinya. Kedua, di lokasi pariwisata kita sulap menjadi kualitas berkelas nasional atau dunia,” terangnya.

Ketiga, yaitu menciptakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Emil mengatakan, ada tujuh daerah yang ditargetkan menjadi KEK dan dua di antaranya sudah siap yaitu, KEK Pangandaran dan KEK Cikidang di Kabupaten Sukabumi.

”Inilah tiga strategi yang dalam waktu lima tahun akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi meningkat oleh pariwisata,” ujar Emil.

Untuk mewujudkannya, Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan banyak pihak termasuk dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dalam pengelolaan pariwisata modern.

”Kami punya keindahannya tapi manajemen belum maksimal maka harus saya tingkatkan. Untuk itu, kami bekerja sama dengan STP untuk menjadi penasihat khususnya memberikan strategi bagaimana pengelolaan pariwisata melalui keahlian dan tim akademik dari STP,” jelasnya.

Terpisah Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-10 di Pendopo Tonny Soewandito Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban)

Menurut Uu, KPI bisa menjadi pendorong akselerasi visi dan misi Jabar Juara Lahir dan Batin melalui sektor pariwisata.

Menurut Uu, Jawa Barat memiliki banyak potensi pariwisata yang perlu dikembangkan. Untuk itu, Pemprov Jabar berkomitmen mengembangkan potensi pariwisata ini agar bisa menjadi pendorong kekuatan ekonomi di kabupaten/kota.

”Kunci sukses pariwisata itu ada dua. Banyaknya wisatawan yang datang ke daerah dan meningkatnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) daerah tersebut,” ujarnya.

Di depan para mahasiswa jurusan pariwisata ini, Uu juga menekankan pentingnya keterlibatan kaum milenial agar dunia pariwisata bisa maju dan berkembang. Uu berpandangan, milenial saat ini bukan hanya obyek atau pasar utama industri pariwisata tapi subyek atau pelaku industrinya.

Selain itu, peran penting sistem teknologi digital sebagai satu bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam pengembangan industri pariwisata kekinian. Salah satunya, untuk memperkenalkan atau sarana promosi potensi daerah pariwisata melalui platform media sosial.

”Digital dan pariwisata adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena satu sama lain saling mengikat,” ungkap Uu. (yan)