Pemkab Harus Lebih Serius Urus Sepakbola Garut

241

GARUT – Manajer Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar), Dadang Johar Arifin, berharap Pemerintah Kabupaten Garut bisa lebih memperhatikan pengembangan persepakbolaan di Garut. Pasalnya, upaya Pemkab dalam mengurusi Sepakbola di Garut dinilai belum begitu serius. Hal tersebut diungkapkannya seiring memasuki periode baru kepengurusan PSSI Garut saat ini.

“Saya percaya dengan pak Amir Latif (sebagai ketua PSSI, red), dia adalah pelaku bola. Hanya Yang kurang percaya itu ke Pemerintah Kabupaten-nya, ada will gak? Selama dua tahun ini nol, kami gak diberi apa apa,” kata Dadang.

Ia berharap, Pemkab Garut bisa memberi porsi lebih dalam menunjang prestasi sepakbola Garut, khususnya Persigar dan PSSI sebagai dua lembaga yang fokus terhadap pengembangan olahraga sepakbola.

“Manajemen bibit sepakbola usia 11,13 dan 17 tahun oleh PSSI, selebihnya itu adalah Persigar yang mengelola. Untuk pengembangan sepakbola Garut, tinggal action di lapangan saja, apakah pemerintah ada will gak buat PSSI dan Persigar, itu saja. Kalau Persigar dikasih dana yang bagus, kita siap bawa Persigar tembus liga dua atau bahkan masuk liga satu. Kalau tidak ada budget meski punya cita-cita atau obsesi bagus, mana mungkin? Ini bukan perjuangan ’45, kalau organisasi tidak didanani, tidak bisa berjalan,” katanya.

Dadang pun menyoroti soal rencana Pemerintah Kabupaten memberikan hak kelola lapang Jayaraga ke PSSI. Ia berharap kedepannya, Pemkab tidak lepas tangan khususnya dalam membantu dana pengelolaan lapang.

“Lapang Jayaraga itu sebenarnya bukan punya PSSI, tapi punya Persigar. Salah kaprah kalau Bupati bicara seperti itu, itu lapang punya Persigar dari dulu juga. Nanti kan akan dipergunakan PSSI untuk kompetisi, maka PSSI juga harus didanani yang benar oleh Pemda. Persigar juga bagian dari PSSI. Apakah ada uang buat pemeliharaan (untuk lapang, red)? karena biaya pemeliharaan lebih berat ketimbang pembangunan,” pungkasnya. (erf)