Pemkab Ciamis Akan Mulai Buka Sekolah Tatap Muka, di Kecamatan Zona Hijau

313

RadarPriangan.com, CIAMIS – Di Kabupaten Ciamis, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai diberikan izin untuk dibuka, terutama kecamatan yang masuk zona hijau.

Dari data yang dihimpun Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ciamis ada sekitar 30 persen kecamatan yang masuk zona hijau.

“Di Ciamis ada 27 kecamatan dengan jumlah Desa yang cukup banyak. Dari 27 kecamatan Ciamis termasuk pada zona biru di Jabar dan secara nasional masuk zona rendah,” ujar Bayu jubir Gugus Tugas Ciamis, Rabu (29/7/2020).

Namun demikian, menurutnya untuk membuka sekolah, Pemkab Ciamis akan menunggu kajian dan melihat situasi. Serta bagaimana penerapan protokol kesehatan di sekolah.

” Walaupun sudah ada aba-aba untuk melakukan masuk ke sekolah , tetapi kita masih menunggu resmi surat edaran atau SK langsung dari pusat,” Ucapnya.

Bayu menambahkan, Gugus tugas covid-19 akan segera berkoordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan serta pihak sekolah dalam mencegahan penularan covid-19 di lingkup pendidikan. Meskipun Ciamis sudah berada pada zona biru akan tetapi protokol kesehatan harus diterapkan.

” Kita lihat dulu kesiapan sekolah di tiap kecamatan dan harus dipastikan aman dari covid-19, kalau memang semua aman kenapa tidak sekolah kita buka kembali untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka,” katanya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Tatang menyampaikan, untuk persiapan tahapan belajar menunggu kewenangan dari provinsi.

Kalaupun memang akan dibuka, maka yang pertama kali adalah tingkat SMA dan SMK.

” Untuk tahapan belajar mengajar secara tatap muka kita sudah adakan rapat dan sudah kita persiapkan dan tidak lupa pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan,”katanya.

Selain menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dan jara jarak aman, nantinya sekolah juga akan menerapkan sistem shift kelas.

Yang terpenting juga kata Tatang, Dinas pendidikan Ciamis juga perlu melakukan musyawarah dengan sekolah, pengawas dan komite untuk kembali melaksanakan belajar tatap muka.

“Pengawasan anak memang sulit ketika di sekolah ataupun di luar sekolah. Ditakutkan sang anak berkumpul dengan warga yang lain dan dikhawatirkan terpapar covid-19. Jadi saat ini kita masih menjalankan program pemerintah dengan sistem daring atau guru keliling untuk menjaga keamanan anak didik kita,” ungkapnya.(Aldi/RP)