Pemerintah Siapkan Asuransi Petani Khusus La Nina

70
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Faisal R Syam/Fajar Indonesia Network

RadarPriangan.com, JAKARTA – Untuk mengantisipasi bencana alam, terutama fenomena La Nina, pemerintah tengah mempersiapkan asuransi khusus bagi petani dan petambak yang terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, program tersebut masih dikaji pemerintah.

Luhut menjelaskan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani masih melakukan kajian mengenai program tersebut. Sayangnya, ia tidak merinci skema asuransi yang sedang digodok tersebut.

“Masalah asuransi (petani dan petambak) Bu Sri Mulyani menjelaskan sekarang sudah dibuat satu fund untuk itu (asuransi). Memang masih difinalisasi, kalau ada bencana, asuransi ini bisa membantu,” ujarnya dalam video daring, kemarin (13/10).

Ditegaskan, bahwa asuransi bagi petani dan petambak merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap gangguan alam dari La Nina di Indonesia. Fenomena ini diperkirakan akan membuat curah hujan naik 20 pesen-40 persen di atas normal.

“Dari BMKG mengingatkan bisa ada multi bencana, hujan deras, gempa, atau tsunami. Oleh karena itu, presiden mengingatkan kami untuk betul-betul melihat laporan BMKG sebagai landasan kami bekerja,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah pusat meminta setiap pemerintah daerah (pemda) membangun sistem peringatan dini (early warning) untuk memberitahu masyarakat jika cuaca mulai tidak bagus. Dengan demikian, ada antisipasi lebih cepat yang bisa dilakukan.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada jajaran menterinya untuk mengantisipasi dampak gangguan alam La Nina terhadap produksi pertanian di dalam negeri. Sebab, La Nina akan membuat curah hujan meningkat signifikan.

“Saya juga minta supaya disampaikan disebarluaskan informasi mengenai perkembangan cuaca secepat-cepatnya ke seluruh provinsi dan daerah sehingga tahu semua sebetulnya curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi kenaikan seperti apa,” pungkasnya.

BMKG sebelumnya mengingatkan, diperkirakan mulai Oktober ini sampai November dampak La Nina akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu dengan curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera. (din/fin)