Pembangunan Aquatik Jadi Prioritas, KONI Garut Minta Spesifikasi Sesuai Standar

77
Abdusy Syakur Amin (Ketua KONI Garut)

GARUT – Proyek pembangunan Aquatik menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Garut tahun ini. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR Kabupaten Garut, Gungun Sukmauatama kepada wartawan, Selasa (26/1).

Menurutnya, sarana olahraga yang belum terealisasi tahun lalu karena refokusing Dana Alokasi Umum (DAU) maupun bantuan anggaran Provinsi (Banprov), kini pembangunan Aquatik didorong melalui APBD Kabupaten Garut.

“Pada tahun 2020 yang DAU tidak terlaksana apalagi Banprov. Jadi untuk Aquatik dan Stadion Sepakbola dimasukan lagi di tahun 2021. Dulu dialokasikan Rp 25 miliar, sekarang ditambah Rp 10 miliar jadi Rp 35 miliar dari APBD Garut,” katanya.

Menurutnya, anggaran yang diperlukan untuk Aquatik sebelumnya Rp 50 miliar, namun adanya pembatasan anggaran kaitan penanganan Covid19, maka alokasi yang bisa dianggarkan hingga Rp 35 miliar.

“Dengan anggaran segitu, itu sudah bisa digunakan sesuai standar. Nanti selebihnya bisa dilanjutkan pembangunannya, yang penting sekarang bisa terealisasi dan digunakan (untuk Porda Jabar, red),” katanya.

Meski pembangunan Aquatik dan Stadion Sepakbola sudah didorong dari APBD Garut, Pemkab juga kembali mengajukan Banprov untuk penyelesaiannya.

“Proyek Aquatik dan stadion sepakbola yang belum terealisasi, tahun sekarang digulirkan lagi. Jika terjadi refokusing anggaran dibutuhkan lagi, maka sepertinya yang Aquatik akan dipertahankan (pembangunan tetap dilaksanakan tahun ini, red) karena untuk Porda Jabar. Kalau sepakbola mungkin masih bisa ditunda,” tambahnya.

Proyek pembangunan Aquatik dan Stadion Sepakbola saat ini dalam proses lelang, Gungun mengungkapkan, jika proses tersebut lancar, maka pembangunan akan dimulai berkisar bulan Februari atau Maret mendatang.

Seiring dengan akan dilaksanakannya pembangunan GOR Aquatik dan Stadion Sepakbola di Kabupaten Garut, Ketua KONI Garut Abdusy Syakur Amin meminta pihak terkait bisa memastikan kualitas yang benar-benar memenuhi standar untuk kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Demikian diungkapkan Syakur ketika dikonfirmasi wartawan setelah mengetahui kaitan pembangunan sarana olahraga khususnya GOR Aquatik akan masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun ini.

“Untuk GOR Aquatik jelas kita berharap bisa segera dilaksanakan, karena sudah jelas sekali kita sangat butuh, selain untuk venue Porda Jabar, kita juga melihat bahwa babak kualifikasi (BK, red) harus mulai kita perhatikan. Semakin cepat pembangunannya, maka semakin baik karena orang (atlet, red) Garut perlu latihan. Diantara keuntungan tuan rumah itu bisa dapat lebih tahu medan pertandingan, sehingga kita berharap pembangunan bisa lebih cepat supaya keunggulan tuan rumah bisa dimaksimalkan Garut,” katanya.

Melihat keseriusan Pemkab Garut, pihaknya mengaku optimis pembangunan GOR bisa terealisasi dengan memenuhi standar yang sudah ditetapkan.

Meski begitu, untuk memastikan berjalannya pembangunan sesuai standar, maka pihaknya berharap Pemkab atau Dinas PUPR Kabupaten Garut juga melibatkan secara khusus PRSI maupun KONI dalam mengawasi spesifikasi venue.

Kita belum tahu (sampai sejauh mana pembangunan akan dilakukan dengan anggaran Rp 35 miliar dari yang dibutuhkan Rp 50 miliar, red). Kita sepakat diprioritaskan untuk bisa dipakai pertandingan itu sendiri, nah ketika kita tahu sampai mana pembangunan itu dilakukan, sehingga KONI bisa memberikan pemahaman kepada atlet atau masyarakat terkait kondisi tersebut,” pungkasnya. (erf)