Pedagang Pasar Manis Ciamis Datangi UPTD Pasar

322
Pedagang pasar Manis Ciamis mendatangi kantor UPTD Pasar (Rizki Aldi Saputra)

CIAMIS – Puluhan pedagang di pasar Manis Kabupaten Ciamis terutama dari blok C, mendatangi kantor UPTD pasar, Rabu (08/01/2020).

Kedatangan pedagang ke UPTD adalah untuk meminta penjelasan serta kepastian terhadap kios yang baru.

” Ini kami hanya puluhan saja perwakilan yang datang untuk meminta kejelasan dan kepastian saja terhadap kios pasar yang baru, kita para pedagang sudah tidak betah lagi menghuni kios sementara,” Kata Hiryan (34) pedagang ayam di pasar Manis (08/01/2020).

Hiryan bingung, karena menurut kabar, pembangunan pasar sudah tuntas dan memasuki masa pemeliharaan. Tapi kenapa pasar yang sudah selesai tidak bisa digunakan langsung?. ” Toh dulu pasar di blok E bisa digunakan meski dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.

“Bupati dulu meresmikan pasar blok E padahal itu maaih dalam pemeliharaan dan bisa langsung ditempati dan tidak harus menunggu 6 bulan ,”katanya lagi.

Maka dari itu, dia bersama pedagang lain meminta kepastian dari UPTD Pasar selaku kepanjang tanganan Dinas untuk memberikan pemahaman. Apakah Blok C ini sudah beres atau belum, dan kapan para pedagang bisa menempatinya.

“Kami hanya ingin UPTD Pasar Ciamis bisa menyampaikan keluhan kami di sini, saya percayakan semuanya kepada mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Ciamis, Yan R. Mulyana menjelaskan, bahwa pihaknya hanya terbebani. Karena semua kebijakan itu dari dinas. UPTD Pasar selaku kepanjangan tangan Dinas memang tidak tahu menahu mengenai pembangunan pasar tersebut.

“Akan tetapi, saya ucapkan banyak terimakasih kepada para pedagang. Aspirasi dan keluhan pedagang sudah pasti akan kami sampaikan kepada Dinas, untuk kapan ditempatinya kami akan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas dulu, karena kita selaku birokrasi pemerintahan pasti ada aturan,” jelasnya.

Dalam hal ini pihaknya akan terus mengusahakan sebisa mungkin. Karena, bagaimana pun para pedagang merupakan Anak dari UPTD Pasar. Jadi dalam masalah ini pihaknya tidak membela Dinas tapi membela para pedagang.

“Saya akan kirim surat tertulis dan tidak hanya itu, saya juga akan berbicara secara lisan kepada (kepala) Dinas untuk mengatasi masalah ini. Untuk sementara ini, saya minta kepada para pedagang untuk bersabar dahulu, pasti nanti akan ada jalan keluarnya,” jelasnya.

Di tempat yang berbeda HMI Ciamis ikut menyoroti pembangunan pasar Manis di Blok C. Wasekum PPD HMI Cabang Ciamis, Dede Aos Firdaus menyampaikan, dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis menilai bahwa pembangunan pasar tersebut belum sepenuhnya selsai.

Walaupun selama ini pembangunan sudah dianggap selesai 100 persen oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Ciamis.

” Kami langsung turun ke lapangan, namun masih ada beberapa pekerja yang masih melakukan pekerjaan di pasar yang sudah dianggap selesai itu. Bagi kami ini ada kejanggalan dan tidak adanya transparansi dari Dinas terkait kepada masyarakat,”katanya.

Aos melanjutkan, setelah melihat kondisi kios baru di Blok C Pasar Ciamis. Pihaknya juga bertemu dengan beberapa pedagang Blok C yang saat ini menempati kios sementara, dan mendengarkan beberapa poin keluhan pedagang.

“Saya dengar keluhan pedagang yang ingin pindah ke kios baru, tapi setelah saya lihat kondisi kios baru itu kan belum sepenuhnya selsai. Bahkan ada 2 kios untuk daging ayam yang belum mempunyai meja, sedangkan yang lainnya itu ada,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pembangunan pasar blok C ini menghabiskan dana kurang lebih sekitar Rp. 9,3 miliar. Akan tetapi, ada beberapa sarana dan prasarana yang belum dibuat. Jadi ini ada keganjalan, apakah memang dalam RAB itu tidak ada atau memang belum dibuat.

“Saya lihat kenapa yang lain ada mejanya untuk kios daging ayam, tetapi yang 2 kios ini tidak ada, kan jadi bingung. Padahal ini sudah diklaim beres 100 persen, terus kemana anggaran tersebut. Apakah nanti pedagang yang harus membuat meja tersebut,” tegasnya.

Aos meminta keapada Dinas terkait agar transparan terhadap pembangunan Pasar Blok C Ciamis.

“Seharusnya dinas itu transparan kepada masyarakat, agar masyarakat khususnya para pedagang tidak bertanya-tanya lagi,” pungkasnya. (mg2)