Pedagang Bendera Masih Sepi Pembeli

130

RadarPriangan.com, GARUT – Memasuki peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020 mendatang, geliat penjualan bendera merah-putih dan atribut yang lainnya mulai membanjiri sudut-sudut kota Kabupaten Garut.

Meksipun, waktunya masih cukup lama, namun, terlihat para penjual telah menjajakan bendera dan atribut di berbagai sudut pusat kota. Termasuk di jalan-jalan protokol .

Menjamurnya para pedagang musiman itu merupakan pemandangan yang biasa menyambut hari kemerdekaan.

salah seorang pedagang Riska (25) yang mengaku telah dua tahun menjadi penjual bendera dan atribut musiman itu mengaku, di tahun sebelumnya ia mampu meraup keuntungan yang lumayan sehingga ibu dari tiga orang anak itu kembali tertarik untuk melakukan hal yang serupa.

Seperti tahun sebelumnya dia tidak hanya menjual bendera saja tetapi atribut yang lain seperti tirai, umbul-umbul, spanduk termasuk layang-layang hias.

Dia berharap di tahun ini pun bisa sukses seperti tahun sebelumnya. Namun kata dia hingga sejak awal menjajakan dagangannya sepekan lalu masih belum memperlihatkan antusias pemebeli yang cukup signifikan.

Sebelumnya ia mampu meraup keuntungan antara 30 sampai 50 persen dari modal. Sebagai gambaran, untuk satu buah tirai merah –putih (background) tenda hanya membutuhkan modal sekitar Rp70 ribu dan dijual antara Rp 100 hingga Rp 150 Ribu.

Riska mengungkapkan, setiap menjelang peringatan HUT RI , dirinya bersama beberapa orang rekannya sengaja datang dari Cibatu untuk menawarkan berbagai atribut kemerdekaan ini merupakan kesempatan dan target utama pemasaran dagangannya.

“Alhadulillah, semua ini tidak lepas dari tingginya antusias masyarakat dalam membeli atribut kemerdekaan “ katanya.

Riska mengaku semua barang dagangannya didapat dari kerabat dari Kecamatan Leles yang menjadi pusat produksi di Garut.

Ia merasakan perbedaan tahun tahun sebelumnya dengan tahun ini sudah terasa sekali yang diduga dampak pandemi.

Hal serupa juga diungkapkan penjual di Jalan Cikurai bernama Abam (40). Anam yang telah mulai berjualan bendera sejak 18 Juli, lalu, mengaku permintaan terhadap bendera masih minim.

Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana ketika semakin mendekati tanggal 17 Agustus pembeli semakin banyak, namun tahun sekarang belum terpredksi.

Biasanya, kata dia, puncak permintaan sendiri akan terjadi satu minggu sebelum hari H hingga tanggal 15 dan 16 Agustus.

” Mudah-mudahan tahun sekarangpun seperti itu, walaupun dampak pandemi covid 19 dirasakan kita semua” harapnya.

“Tahun sebelumnya rata-rata orang banyak membeli umbul-umbul, untuk dipasang di depan rumah. Sementara kalau pengendara sepeda motor dan mobil bisanya lebih memilih bendera unyil ataupun bendera ceplok,”ungkap warga Karangpawitan itu.

dia berharap keberuntungan tahun tahun sebelumnya kembali terulang, walaupun dampak pandemi covid 19 dirasakan kita semua” harapnya. (NAL/RP)