Pasutri Tontonkan Adegan Ranjang Secara Live kepada Anak-anak

379

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Sejumlah anak yang tinggal di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, diduga mendapatkan tontonan adegan ranjang sepasang suami istri. Pasangan tersebut pun dipolisikan oleh tokoh masyarakat sekitar karena aksi tidak terpujinya itu.

Kepala KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto menyebut, pihaknya awalnya menerima informasi dari tokoh masyarakat di Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya tentang adanya anak yang menonton adegan ranjang pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25). “Setidaknya ada enam anak yang sudah menonton adegan ranjang L dan E itu,” kata Ato, Selasa (18/06).

Awal mulanya hal tersebut diketahui saat salah seorang anak menceritakan apa yang dialaminya kepada guru ngajinya. Oleh guru ngajinya kemudian dilaporkan kepada tokoh masyarakat lalu kepada pihaknya.

Selain melaporkan ke KPAID Tasikmalaya, tokoh masyarakat pun melaporkan hal tersebut ke Polres Kota Tasikmalaya. KPAID Tasikmalaya sendiri usai menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan turun ke lokasi.

“Jadi pasutri ini menontonkan adegan ranjang kepada enam anak di rumahnya di Kecamatan Kadipaten saat Ramadan kemarin. Pasutri tersebut pun diketahui merupakan warga asli sana. Dan setelah adegan ranjang selesai, pasutri ini menarik uang atau kopi, bahkan mie isntan yang sudah nonton adegan ranjang mereka,” katanya.

Saat ini sendiri, disebut Ato, kasus tersebut tengah ditangani lebih lanjut oleh pihak Polres Tasikmalaya Kota. KAPID Tasikmalaya sendiri belum mengetahui motif pasutri itu mempertontonkan adegan ranjangnya kepada para anak.

“Kita akan gali lebih dalam tentunya. Saat ini kami fokus kepada penanganan psikis anak yang sudah nonton karena pasti ada dampak yang dialami mereka,” katanya.

Pasutri L dan K Nikah Sirri

KPAID Tasikmalaya mengungkap bahwa pernikahan pasangan suami istri yang diduga mempertontonkan adegan ranjang di rumahnya adalah sirri. Hal tersebut terungkap saat pihaknya melakukan pendalaman pada kejadian yang terjadi di Kecamatan Kadipaten, Kota Tasikmalaya.

“Diketahui pasangan L dan K ini memang nikahnya nikah sirri. Keduanya warga asli di sana (Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya),” kata Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/06).

Ato menyebut pihaknya terus mencoba melakukan pendalaman lebih jauh pada kejadian yang dilakukan pada bulan Ramadan kemarin. Diluar itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian karena kasusnya sedang ditangani kepolisian setelah dilaporkan tokoh masyarakat sekitar.

Selain itu, Ato juga menyebut bahwa pasutri tersebut dalam mempertontonkan adegan ranjangnya usia anaknya minimal 12 tahun. “Para anak yang menonton juga bahkan diduga diperbolehkan merekam hubungan seks tersebut saat berada di dalam kamar rumah mereka,” ucapnya.

Setelah Nonton Live Cabuli Balita

Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto mengungkap bahwa setelah sejumlah anak diduga menonton adegan ranjang pasutri terjadi aksi pencabulan kepada anak balita. Aksi anak tersebut diduga karena dipicu apa yang mereka tonton dari sepasang suami isteri di Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya Kota.

“Setelah kita melakukan pendalaman memang ada aksi yang dilakukan oleh anak kepada balita perempuan yang usianya tiga tahun. Aksi ini dilakukan setelah melihat adegan ranjang pasutri itu. Jadi semacam ada dorongan untuk melakukan serupa sehingga mereka mencoba ke balita perempuan,” katanya.

Ato menyebut, hingga saat ini balita korban pencabulan balita baru diketahui satu orang saja. Untuk anak yang melakukannya sendiri ia belum mengungkap, apakah salah satu atau dilakukan secara bersama-sama.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya pun memfokuskan melakukan pendampingan kepada anak yang diduga sudah menonton adegan ranjang pasutri yang menikah sirri itu. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan agar tidak ada lagi korban dalam mempraktekan adegan yang sudah ditonton enam anak.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada anak. Bisa juga kita memeriksa kondisi anaknya seperti bagaimana untuk mengetahui langkah apa yang harus kita lakukan agar mereka tidak melakukannya lagi,” katanya.

L dan K Menyerahkan Diri ke Polisi

Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota, saat ini telah mengamankan pasutri berinisial L dan K yang diduga melakukan adegan ranjang di hadapan enam anak saat ramadan. Keduanya saat ini tengah diperiksa intensif oleh pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro menyebut, bahwa sebelum diamankan pasutri tersebut sempat melarikan diri selama seminggu. “Setelah seminggu itu mereka datang ke kantor Polsek Kadipaten dan oleh Kapolsek diminta agar menyerahkan diri ke Polres. Datang menyerahkan diri, kita amankan,” kata Dadang, Selasa (18/06).

Setelah diamankan, lanjut Dadang, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kepada L dan K terkait dugaan aksi uang dilakukan keduanya di hadapan anak-anak. Namun dalam proses pemeriksaan L dan K membantah telah melakukan aksi tersebut dan menolak tuduhan pelaporan dari pelapor.

Pihaknya Polres Tasikmalaya Kota sendiri, mengaku sudah menerima berkas pelaporan L dan K atas aksinya yang dilakukan keduanya di kamar rumah. “Sampai saat ini kita memiliki beberapa alat bukti dalam kasus ini. Namun meski demikian keduanya memang belum mengakui perbuatannya. Kami terus melakikan pemeriksaan kepada L dan K,” katanya. (igo)