Paskibraka Perempuan Gunakan Celana Panjang

393
Upacara HUT RI di Instana Merdeka. (Dok. JawaPos.com)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perempuan akan menggunakan celana panjang pada HUT Proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-74 di Istana Negara, 17 Agustus 2019. Ketentuan penggunaan celana panjang bagi anggota Paskibraka Nasional putri pun telah ditetapkan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan penggunaan celana panjang bagi anggota Paskibraka perempuan untuk menyesuaikan bagi yang berhijab.

“Kalau yang berjilbab, ya celana panjang menyesuaikan,” ujarnya, Senin (29/7).

Dijelaskan Heru, anggota Paskibraka yang tidak berhijab boleh saja menggunakan rok. Namun, agar seragam dengan yang berhijab disarankan seluruh anggota memakai celana panjang.

“Yang tidak hijab bisa pakai rok, tapi untuk keseragaman dan keindahan maka bisa (pakai) celana (panjang), dan lebih rapi,” ujar Heru.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengatakan mengganti penggunaan rok dengan celana panjang bagi anggota Paskibraka perempuan.

“Kebijakan baru ini adalah bagian mekanisme penyeragaman. Selama ini, anggota putri Paskibraka pakai rok, lalu ditarik dengan kaos kaki. Tapi tahun ini kita gunakan celana panjang,” kata Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh.

Asrorun mengatakan penggunaan rok bisa jadi sesuatu yang simpel bagi anggota Paskibraka saat bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara, namun pakaian jenis tersebut dianggap menyulitkan gerakan saat baris berbaris.

Dengan kebijakan baru mengenakan celana panjang, kata Asrorun, anggota putri Paskibraka bisa bergerak lebih mudah.

Jenis pakaian itu juga dinilai selaras dengan anggota putri yang selama ini berhijab.

Dikatakan Asrorun kebijakan baru itu sebelumnya telah melalui rangkaian koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

“Hasil rapat koordinasi penggunaan celana panjang putri sudah dua kali rapat terbatas dan simulasi dengan lintas sektor. Kebijakan ini juga sudah diterapkan di lingkungan TNI dan Polri,” katanya.

Dijelaskannya pula aturan penggunaan celana panjang bagi perempuan ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Pasal 4 Perpres ini mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi perempuan.

“Perpres ini diundangkan 23 Agustus 2018. Jadi pada 2019 ini dilakukan penyesuaian dengan Perpres baru”, ujar Ni’am.

Dia juga menambahkan penjelasan ini sekaligus menepis spekulasi yang dikaitkan dengan sentimen kelompok yang dilakukan oleh beberapa orang yang belum paham atau salah paham. Kemenpora memaklumi apabila ada yang mencibir kebijakan ini.

“Kebijakan ini semata untuk tertib pelaksanaan dan penyesuaian terhadap aturan, yang didahului oleh kajian dan serap aspirasi. Jadi tidak ujug-ujug. Apalagi dikaitkan dengan isu macam-macam. Kita bekerja siang malam membersamai peserta untuk tugas nagara”, katanya.

Kemenpora telah menjaring total 68 tim Paskibraka formasi 2019 dari 34 provinsi di Indonesia.

Kini Mereka tengah menjalani pelatihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, mulai 26 Juli hingga 23 Agustus 2019 sebagai persiapan untuk menghadapi prosesi pengibaran Bendera Pusaka saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 di Istana Negara, Sabtu (17/7).(gw/fin)