Pasar Wanaraja Ditutup, Pedagang Keberatan

1564
Pasar Wanaraja yang rencananya akan ditutup sementara oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Minta Pemkab Lakukan Rapid Test untuk Warga Pasar

GARUT – Penutupan sementara pasar Wanaraja oleh Pemerintah Kabupaten Garut cukup disesalkan asosiasi pedagang pasar seluruh indonesia (APPSI) Wanaraja. Demikian diungkapkan Ketua APPSI Kecamatan Wanaraja, Ceceng Ali Nurdin kepada Radar Garut melalui aplikasi pesan kemarin (31/3).

“Jangan dulu mengambil langkah penutupan atau lockdown di pasar, jika begitu harus dibahas (dengan melibatkan pedagang, red) terus kompensasi apa yang akan diberikan kepada pedagang, apalagi kaki lima, pagi-pagi dagang untungnya buat beras atau makan sehari besoknya mau bagaimana lagi kalau ditutup? Pemerintah jangan gegabah (menutup pasar, red) harus dikaji dulu, apalagi ini menyangkut hajat orang banyak,” katanya.

Jika penutupan dilakukan dalam jangka waktu cukup panjang, Ceceng menilai dampaknya akan lebih parah dari efek penyebaran virus corona. Baik itu memberi masalah dalam aspek ekonomi, sosial dan hal lainnya bagi para pedagang maupun konsumen.

“Jadi tidak mungkin ada pembatasan waktu, karena pedagang itu kalau distop (dihentikan aktivitas pasar, red) akan menimbulkan masalah baru,” kata Ceceng.

Pihaknya dari IWAPPA dan APPSI Wanaraja mengusulkan agar sebelum mengambil langkah yang lain, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan bisa melaksana rapid test massal di pasar.

“Jika ada temuan positif di pedagang nanti ada kajian lagi. Pemerintah juga harus mengundang ketika ada karantina lokal di pasar, pedagang harus dijamin kehidupannya,” pungkasnya.

Selama program social distancing yang digalakan pemerintah pada dua pekan terakhir dinilainya sudah sangat berpengaruh terhadap penghasilan pedagang.

“Saya biasa habis dua ekor sampai tiga ekor sapi dalam satu hari, sekarang satu ekor bisa tiga hari baru habis. Sudah beberapa hari terasa, terus usaha lain yang saya lakukan juga tidak jalan. Penurunan drastis, boro-boro untung, untuk karyawan saja sehari Rp 500 ribu sudah kelimpungan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menyikapi temuan seorang warga Kabupaten Garut asal Kecamatan Wanaraja yang positif Corona Virus Disease (Covid-19),Pemerintah Daerah akan mengeluarkan kebijakan untuk penutupan sementara aktivitas dagang di pasar Wanaraja. Hal tersebut dilakukan untuk upaya memutus mata rantai penyebaran virus di pasar. (erf)