Panen di Pantai Utara Bisa Pengaruhi Harga Gabah

301
Harga gabah di Garut masih stabil. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Harga jual gabah padi basah di Kabupaten Garut, jenis sarinah pada panen pertama musim hujan 2019 masih bertahan normal sama seperti musim kemarau 2018, sebesar Rp4.700 per kilogram, nilai jual yang masih memberikan keuntungan bagi petani di Garut.

“Harga jual gabah alhamdulillah masih normal segitu 47 (Rp4.700), di kondisi lagi panen raya waktu itu,” kata Asep Suyud petani di Kampung Lengkong, Desa/Kecamatan Samarang,  Kamis (28/3).

Asep mengatakan, nilai jual gabah basah itu dalam kondisi seadanya dari petani, jika hasil pilihan sebelumnya nilai jualnya bisa lebih tinggi di angka Rp5 ribu per kilogram.

Asep mengatakan, lebih memilih nilai jual dengan kondisi gabah padi basah daripada kering karena lebih praktis langsung ditangani oleh pembeli atau pemborong.

“Harga normal Rp5 ribu itu kalau kondisi gabah bersih hanya bulir padinya saja, kalau harga 47 kadang ada padi yang kosong,” katanya.

Menurutnya, produksi padi di areal pesawahan Desa Samarang cukup bagus dengan kondisi air normal saat musim kemarau maupun hujan.

Produksi padi pada musim awal tahun, kata dia, mencapai 7 kuintal gabah basah dari 100 tumbak areal pesawahan di Desa Samarang.

“Produksi padi 100 tumbak per 7 kuintal, selama ini belum mencapai 1 banding 1 atau 100 tumbak 100 kuintal, seharusnya yang bagus 100 tumbak 1 ton,” katanya.

Petani lainnya di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Muhamad Jalaludin mengatakan, harga jual gabah padi basah jenis sarinah maupun lainnya di daerah Banyuresmi dalam kondisi normal sebesar Rp4.500 per kilogram dengan kondisi hasil panen yang cukup bagus.

Jalal mengatakan, nilai jual itu masih memberikan keuntungan bagi petani pada musim panen awal tahun 2019 atau panen pertama setelah melewati musim kemarau.

“Harga tersebut normal, tidak sampai jatuh, sekarang hasil panennya juga bagus,” katanya.

Ia menyampaikan, harga jual gabah basah biasanya bisa anjlok pada kisaran Rp4 ribu per kilogram ketika di berbagai daerah sedang panen raya.

Lanjutnya, jika daerah Pantai Utara sedang panen raya bisa memengaruhi nilai jual gabah ke daerah lain, salah satunya Kabupaten Garut.

“Harga gabah bisa jatuh kalau di Pantai Utara panen, itu harga bisa memengaruhi ke sini, ke Garut,” katanya.

Saat ini, areal pesawahan di Kabupaten Garut sedang tahap perawatan menunggu musim panen raya yang diprediksi pada Mei 2019. (erf)