OTT Pupuk, Legislator Golkar Bowo Ditahan di Cabang Rutan KPK

228
Bowo Sidik Pangarso berkicau soal peranan Nusron Wahid dalam penghimpunan uang untuk serangan fajar pada Pemilu. (jpg)

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso di rumah tahanan tahanan cabang KPK. Tak ada sedikit pernyataan yang dikeluarkan legislator Partai Golkar itu saat keluar dari Gedung lambaga antirasuah.

Bowo keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 22.50 WIB. Calon legislatif daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II itu terlihat memakai rompi tahanan KPK berwarna oranye serta kedua tangannya nampak diborgol.

Anggota Komisi VI DPR itu langsung menundukan kepalanya saat keluar dari pintu lobi khusus keluar-masuk tersangka. Ia tak sedikit pun menggubris sejumlah pertanyaan dari awak media yang sudah menunggunya.

Bowo yang diduga menerima uang dengan total Rp 8,4 miliar itu sempat kesulitan masuk ke dalam mobil tahanan. Ia tetap bungkam sembari menunduk saat masuk ke dalam kendaraan yang langsung mengantarnya ke ruang tahanan.

Ketika sudah sampai di dalam mobil, Bowo tetap menunduk dan berusaha menutupi wajahnya. Bahkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Jateng I itu sempat meminta sopir mobil tahanan untuk segera membawanya ke rumah tahanan.

Sebelum Bowo diangkut mobil tahanan, tersangka lainnya yakni Indung karyawan PT Inersia keluar dari ruang pemeriksaan KPK. Sama seperti Bowo, Indung bungkam sata dicecar pertanyaan oleh awak media.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Bowo dan Indung ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK, Jakarta.

Kini Bowo bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti dan Indung ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga telah terjadi enam kali penerimaan di sejumlah tempat sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop.Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk ‘serangan fajar’ Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II. (jpc/fajar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here