OTT KPK Petinggi PT KS, Transaksi Suap di Kedai Kopi

229
KPK memperlihatkan barang bukti suap petinggi PT Krakatau Steel, kepada media, Sabtu (23/3). (FIN)

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (KS). Penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Jakarta serta Tangerang Selatan dan Cilegon, Banten pada Jumat malam (22/3).

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, salah seorang di antara keempat tersangka merupakan petinggi PT Krakatau Steel, yakni Direktur Teknologi dan Produksi Wisnu Kuncoro. Ia berstatus sebagai penerima suap bersama seorang pihak swasta bernama Alexander Muskitta.

Sementara, dua tersangka lain yang berstatus sebagai pemberi suap adalah pihak swasta masing-masing Kenneth Sutarja dan Kurniawan Eddy Tjokro. Namun, hingga saat ini Kurniawan Eddy Tjokro masih dalam buruan KPK.

“KPK mengimbau kepada KET (Kurniawan Eddy Tjokro) untuk segera datang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan diri,” ujar Saut dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (23/3).

Dalam konstruksi perkara yang berhasil terungkap, mulanya Direktorat Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan PT Grand Kartech (GK) dan PT Group Tjokro (GT) sebagai rekanan pengadaan kepada Wisnu Kuncoro yang kemudian disetujui.

Penawaran tersebut ternyata tak dilakukan secara cuma-cuma. Rupanya Alexander mendapat commitment fee sebesar 10 persen dari total nilai kontrak masing-masing perusahaan tersebut. Alexander pun diduga sempat bertindak sebagai pihak yang mewakili Wisnu Kuncoro selama proses negosiasi berlangsung.

Selain mendapat commitment fee, Alexander diduga juga meminta uang sebesar Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja yang mewakili PT GK dan Rp100 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro, wakil PT GT. Proses pencairan suap pun dilakukan pada 20 Maret 2019. Alexander menerima cek senilai Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro.

Selanjutnya, Alexander kembali menerima pemberian uang. Kali ini dari Kenneth Sutardja sebesar Rp45 juta dan USD4 ribu yang diserahkan secara tunai di sebuah kedai kopi di kawasan Jakarta Selatan. Keseluruhan uang yang diterima Alexander kemudian disetorkan ke rekening pribadinya.

Usai menerima pemberian uang, pada 22 Maret 2019, Alexander kemudian menyerahkan uang Rp20 juta kepada Wisnu Kuncoro di sebuah kedai kopi di kawasan Bintaro. Ini merupakan barang bukti yang berhasil disita tim KPK saat OTT berlangsung.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel tahun 2019,” papar Saut.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro, sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/fin/tgr)

———

Kronologi OTT PT Krakatau Steel

1. Sebagai informasi, kasus ini berangkat dari kegiatan OTT yang dilakukan tim KPK di kawasan Jakarta serta Tangerang Selatan dan Cilegon, Banten, pada Jumat (22/3) malam. Operasi senyap itu menjaring total enam orang yang berasal dari unsur petinggi PT Krakatau Steel dan swasta.

2. Keenam orang yang diamankan yaitu Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro, General Manager Blast Furnice PT Krakatau Steel Hernanto, General Manager Central Maintenance and Facilities PT Krakatau Steel Heri Susanto. Selain itu, dua pihak swasta bernama Alexander Muskitta dan Kenneth Sutardja, serta seorang sopir.

3. OTT berawal dari informasi akan ada penyerahan uang dari Alexander Muskitta kepada Wisnu Kuncoro di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Bintaro. Penyerahan uang itu diduga berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa PT Krakatau Steel.

4. Setelah ditemukan bukti, tim KPK kemudian mengamankan Alexander dan Wisnu di lokasi tersebut. Dari Wisnu, tim berhasil menyita uang sebesar Rp20 juta yang dikemas dalam sebuah kantung kertas berwarna coklat. Sementara, dari tangan Alexander, tim menyita sebuah buku tabungan atas nama Alexander Muskitta.

5. Secara Paralel, tim juga mengamankan Hernanto beserta sopirnya di Wisma Baja, Kuningan, Jakarta Selatan. Pukul 23.53 WIB, tim berangkat ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk mengamankan Kenneth Sutardja di kediamannya.

6. Dalam waktu yang hampir bersamaan, pukul 22.30 WIB, tim KPK juga mengamankan Heri Susanto di kediamannya di Cilegon, Banten. Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Kantor KPK untuk proses pemeriksaan awal.

SUMBER : KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here