Olahan Kulit Garut Berpotensi Tembus Pasar Global, Dirjen PKH Siap Dorong

168

RadarPriangan.com, GARUT – Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan sambangi industri kulit di Kabupaten Garut, Kamis (16/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan siap mendorong industri kulit Garut terutama untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan promosi agar menembus ekspor atau pasar dunia.

Kepala Seksi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tika Kartika menyampaikan, untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk olahan hasil peternakan, maka beberapa pelaku industri kulit perlu menyesuaikan tuntutan kualitas standar produk, edukasi dan promosi, terutama jika produk tersebut akan diekspor.

“ Untuk produk potensial berorientasi ekspor, diperlukan edukasi dan promosi kepada stakehoders terkait dan masyarakat umum. Jadi, kita pun berinisiatif untuk melakukan produksi dan promosi terkait produk-produk olahan peternakan melalui penyebarluasan video pengolahan hasil peternakan,” ujarnya dalam kunjungan kerja ke industri pengolahan kulit di PT. Garut Makmur Perkasa (GMP) Jalan Sudirman (Sukaregang), Kecamatan Garut kota.

” Dengan kegiatan promosi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan perhatian masyarakat terhadap keunggulan produk lokal dan meningkatkan peluang ekspor komoditas peternakan lndonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Pengusaha kulit di Kabupaten Garut mengaku optimis jika pengolahan hasil ternak atau olahan kulit yang sudah eksis di Kabupaten Garut bisa lebih diterima pasar global (ekspor).

Oleh karena itu, pengusaha yang bergerak di industri kulit berharap pemerintah pusat bisa melihat perkembangan usaha penyamakan kulit sebagai bagian dari potensi produk olahan hasil peternakan yang bisa menjadi bagian penopang ketahanan ekonomi rakyat.

” Seperti kita tahu bahwa industri kulit di Indonesia itu merupakan industri raksasa yang dulu pernah berjaya pada zamannya dan makin hari makin turun. Kita harus bangkit kembali, kita harus ekspor barang jadi ataupun barang dari kulit seperti tas, sepatu, jaket dan lainnya itu yang harus kita dorong,” kata Viece CEO PT Garut Makmur Perkasa (GMP) Indrawan kepada wartawan di Sukaregang.

Untuk itu kata Indra, Pemerintah memiliki peranan penting untuk memfasilitasi dalam pengembangan industri kulit, termasuk industri kulit di Kabupaten Garut.

Menurutnya, potensi usaha kulit memiliki peluang sangat lebar, baik untuk pasar lokal maupun mancanegara. Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong pengembangan usaha lokal yang memiliki potensi untuk diterima ekspor.

“Sehingga saya pun berharap kepada pemerintah. Pemerintah seharusnya membantu apa yang dibutuhkan pada UKM di daerah, termasuk pelaku UKM yang bergerak di industri kulit. Diantaranya, membuat pembuangan ruang akhir limbah dan pengolahan limbah untuk masyarakat UKM, memang biaya tinggi kalau difasilitasi pemerintah akan banyak pengusaha menjalankan produksi pada industri kulit tanpa melanggar aturan, selain itu perlu juga dorongan dalam hal pemasaran,” pungkasnya. (erf/RP)