Oknum ASN Bapenda Garut Ditetapkan Sebagai Tersangka

53
pixabay

RadarPriangan.com, GARUT – Polisi menetapkan oknum ASN di lingkungan Pemda Garut berinisial DI sebagai tersangka dalam kasus penipuan. Akibatnya, DI terancam hukuman bui hingga empat tahun.

Kasubbag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat menyatakan, saat ini penyidik sudah menetapkan DI sebagai tersangka dan DI kini sudah ditahan. “Sudah jadi tersangka. Mulai hari ini juga sudah ditahan,” ucap Muslih, Minggu (29/11/2020).

DI sendiri ditangkap Tim Saber Pungli Polda Jabar Rabu (25/11) malam. Pegawai kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) itu ditangkap atas dugaan penipuan terhadap sejumlah korban.

Modus DI terhadap para korbannya diketahui yaitu dengan bantuan dana hibah dari pemerintah. Korbannya harus menyetor uang terlebih dahulu agar pencairan bantuan tersebut bisa dilakukan.

Muslih menjelaskan, perkara tersebut saat ini ditangani penyidik dari Sat Reskrim. “Perkaranya diproses di Polres Garut,” kata Muslih.

DI kini ditahan polisi di sel tahanan Mapolres Garut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. DI dijerat pasal tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” tutup Muslih.

Sebelumnya, dikabarkan DI diduga melakukan penipuan dengan meminta uang kepada korban dengan janji timbal balik difasilitasi mendapat bantuan pemerintah hingga Rp 1 miliar.

Hingga terdengar informasi bahwa DI terkena OTT oleh Tim Saber Pungli Polda Jabar pada Rabu (25/11) malam. Saat diamankan, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai.

Ketua Tim Tindak 2 Saber Pungli Jawa Barat, AKBP Zul Azmi mengatakan bahwa awalnya pihaknya menduga tindakan yang dilakukan DI adalah pungutan liar.

“Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata ada dugaan tindak penipuan,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (26/11).

Modus yang dilakukan DI, dijelaskan Azmi, adalah dengan meminta sejumlah uang kepada pengurus pondok pesantren, kelompok tani, nelayan hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“DI menjanjikan bantuan hibah, namun dia diduga meminta bayaran kurang lebih di kisaran Rp 20 juta. Informasi korbannya sudah mencapai ratusan orang (atau lembaga). (Praktik) ini (menurut pengakuan DI) sudah dilakukan dari tahun 2018. Ini dugaannya mengarah pada penipuan. (Setelah mendapat uang dari korban) DI menjanjikan bantuan hibah dari pemerintah pusah nilainya mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya ASN lain yang terlibat, Zul mengaku belum bisa memberikan keterangan detil. Saat ini, penanganan kasus tetap dilakukan berkoordinasi dengan Polres Garut.

Plt Kepala Bapenda Garut, Yusef Sulaeman membenarkan bahwa DI yang ditangkap tim Saber Pungli Polda Jabar adalah ASN dan bekerja sebagai staf di Bidang Penagihan pada Bapenda Pemkab Garut.

“Saya merasa syok adanya staf saya yang tertangkap dengan inisial DI,” katanya, Kamis (26/11).

Ia menyebut bahwa aksi pungutan liar yang dilakukan DI, dipastikan tidak berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di tempatnya bekerja. Menurutnya, DI melakukan perbuatan tersebut atas inisiatif sendiri dan tidak melibatkan rekan-rekannya di Bapenda.

Yusef juga mengungkapkan bahwa saat DI ditangkap tim Saber Pungli Polda Jabar, posisinya sedang mendapatkan hukuman disiplin karena beberapa pelanggaran yang dilakukannya. Diantara pelanggaran yang dilakukan DI adalah kaitannya dengan tidak masuk kerja.

“Yang bersangkutan saat ini sedang dalam hukuman disiplin pegawai dari BKD (Badan kepegawaian dan Diklat) karena beberapa pelanggaran disiplin pegawai. Di antaranya tidak masuk kantor. Saya sudah melaporkan adanya kejadian ini (penangkapan DI oleh tim Saber Pungli) kepada pimpinan, mulai pak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda,” ungkapnya.

Yusef mengaku tidak mengetahui secara pasti akan persoalan yang tengah dihadapi oleh DI. Ia juga tidak mengetahui secara langsung aktivitas DI selama ini. “Pertama dia bukan staf langsung saya. Dia staf Subbid Pengawasan pada Bidang Penagihan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat menambahkan bahwa DI diketahui ditangkap tim Saber Pungli terkait dugaan penipuan janji dana hibah. DI diduga mengiming-imingi korban akan memberikan bantuan kepada kelompok tani dengan syarat harus ada uang pelicin.

“Uang sudah masuk ke pelaku untuk pengurusan, tapi dan hibah tidak pernah turun ke korban. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh penyidik untuk mengembangkan kasus tersebut. Bisa jadi korbannya lebih dari satu orang,” ucapnya. (igo/RP)