Niat Bupati Garut Baik, Tapi Tiga Poin Ini yang Dikritisi dari Bayar Bank Emok

450

RadarPriangan.com, GARUT – Rencana Bupati Garut, Rudy Gunawan untuk membantu warganya yang terlilit utang ke bank emok patut diapresiasi. Namun rupanya ada beberapa hal yang menurut beberapa pihak selama ini dikritisi karena dianggap salah langkah.

Nandang Supriadi, Sekretaris II Pemuda Pancasila Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut menyebut, ada tiga poin yang perlu dikritisi dari kebijakan tersebut.

” Pandangan saya secara pribadi maupun organisasi, bahwa kebijakan untuk membayar utang itu bagus ya. Tapi apakah itu sudah benar-benar jadi solusi?” Ujar Nandang saat dihubungi RadarPriangan.com, Sabtu (11/4/2020).

Poin pertama kata Nandang, apakah ada jaminan ketika masyarakat yang dibantu bayar utang itu kemudian tidak lagi mengutang ke bank emok.

” Bahkan saya khawatirnya, ketika pihak yang tadinya tidak ngutang pun jadi kepikiran ah mending ngutang aja. Karena berpikir nanti sama Bupati akan dibayarkan,” ujarnya.

Poin kedua lanjut Nandang, perlu diperhatikan sejauh mana legalitas bank emok yang selama ini akan dibayar. Toh kalaupun terbukti illegal, ya mustinya ditutup saja bank-nya. Bukan justru dibayar dan membantu pihak bank emok.

Karena dengan dibayar seperti itu seolah Pemkab membantu melegalkan aktivitas bank emok, yang bahkan di sebagian daerah mulai diberantas oleh masyarakat.

” Saya berpikir yang gitu mah gak usah dibayar karena selama ini dianggap bank illegal. Bahkan kalau sudah tahu itu bank illegal ya ditutup dong. Jangan ada kesan dilindungi,” katanya.

Bahkan mustinya kata Nandang, Pemkab bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberantas aktivitas bank emok.

Lanjut Nandang, untuk poin ketiga dia meminta kepada Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memfasilitasi kepada bank konvensional yang memiliki program KUR (Kredit Usaha Rakyat) agar mudah disalurkan ke masyarakat kecil.

Menurutnya dengan KUR ini sudah menjadi satu solusi agar masyarakat tidak terjerat dengan bunga besar dari bank emok.

Namun masalahnya untuk mendapatkan KUR ini kadang sulit sekali bagi masyarakat kecil. Prosesnya panjang dan jelimet. ” Otomatis pelariannya ke bank semacam itu,”kata Nandang. (fer)