MUI Garut Ajak Warga kembali Bergandengan Tangan

342
Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir

RadarPriangan.com, GARUT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mengajak seluruh elemen masyarakat Garut untuk kembali bersama bergendengan tangan.

Hal tersebut penting dilakukan untuk membangun bangsa yang sebelumnya terjadi perbedaan pilihan bahkan sempat berselisih saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk betul-betul merajut kembali silaturahmi perdamaian untuk membangun bangsa, walau pun kemarin berbeda pilihan sikap,” kata KH Sirojul Munir, Ketua MUI Garut, Kamis (18/4).

Pemilu 2019, menurutnya, baik pemilihan legislatif, DPD, maupun Presiden-Wakil Presiden selesai dilaksanakan dan berlangsung damai dan sukses di Kabupaten Garut. Seluruh tahapan pelaksanaan pemilu hingga selesai, menurutnya tidak terjadi persoalan yang mengganggu stabilitas keamanan maupun jalannya pesta demokrasi di Kabupaten Garut.

Menurutnya juga, seluruh masyarakat patut bersyukur dengan hal tersebut karena semuanya berkat pertolongan Allah sehingga semuanya berjalan lancar dan kondusif.

“Hasil sementara perolehan suara dalam pemilu tingkat Garut maupun nasional saat ini sudah diketahui, namun hasil itu tetap harus mengacu pada keputusan resmi dari lembaga KPU. Semua pihak harus menerima hasil dari perolehan suara untuk pemilihan legislatif tingkat kabupaten, provinsi, pusat, DPD dan khususnya pemilihan presiden dan wakil presiden, ini demokrasi, yang menang jangan sombong, yang kalah juga harus ‘legowo’,” kata Munir

Ia menambahkan, warga Kabupaten Garut dipastikan sudah dewasa dalam menyikapi pesta demokrasi sehingga tidak akan terjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Selama pemilu di Garut, kata dia, warga Garut tetap menjaga keharmonisan, meskipun suasana politik cukup memanas, tetapi semua itu merupakan bagian dari jalannya sistem demokrasi di Indonesia.

“Alhamdulillah masyarakay Garut ini harmonis tidak terjadi apa-apa,” ucapnya. (igo)