Mudik Gratis Ditargetkan 250.388 Orang Tahun Ini

323

RadarPriangan.com, JAKARTA – Mudik gratis yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian BUMN tahun ini ditargetkan mengangkut pemudik 250.388 orang. Dalam program ini, 104 BUMN ikut berpartisipasi.

Hajatan besar tahunan ini, PT Jasa Raharja (Persero) ditunjuk Kementerian sebagai ketua satgas yang mengkoordinir seluruh mudik gratis bersama BUMN.

Tahun ini, BUMN menargetkan memberangkatkan 250.388 pemudik. Jumlah ini naik 22,32% dari jumlah pemudik yang diberangkatkan tahun lalu.

“Jumlah yang akan kita berangkatkan naik 22,32%, tahun 2018 kita berhasil berangkatkan 204.146 penduduk. Secara nasional ada 56 kota keberangkatan dan 136 kota tujuan,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, di Jakarta, Selasa (7/5).

Nantinya, 104 BUMN akan menyiapkan 3.879 bus dengan target penumpang 180.609 orang. Juga ada 138 kapal yang ditargetkan 52.231 orang.

Disiapkan juga 49 rangkaian kereta api dengan target penumpang 15.693 orang. Dan, ada 76 penerbangan pesawata dengan target 1.805 penumpang.

Budi mengungkapkan, setiap BUMN memiliki mekanisme pedaftaran yang berbeda. Pendaftaran sudah berlangsung pada periode 16-30 April 2019 lalu. Saat ini perusahaan tengah melakukan verifikasi data BUMN Mudik Bareng 2019 yang berlangsung dari 7-11 Mei 2019.

“Untuk pendaftarannya masin-masing BUMN memiliki skema masing-masing. Misalnya kalau kita fokusin ke pengguna motor aja,” kata Budi.

BUMN Mudik Bareng 2019 akan diberangkatkan dari 56 Kota Keberangkatan (22 Kota di Pulau Jawa dan 34 Kota di luar Pulau Jawa) dan terdiri dari 136 Kota Tujuan (57 Kota di Pulau Jawa dan 79 Kota di luar Pulau Jawa).

Adapun pemberangkatan moda transportasi bus diberangkatkan dari Glora Bung Karno, Senan, Jakarta, pada tanggal 30 Mei 2019.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengajak pemudik yang kerap menggunakan sepeda motor untuk memanfaatkan momen mudik gratis Lebaran 2019 ini.
Berdasarkan data pihak kepolisian, pada 2018 tingkat kecelakaan saat mudik terbesar disumbang oleh pemotor sebanyak 70%.

“Saya juga tinjau langsung, mereka-meraka yang menggunakan motor itu capek sekali sehingga risikonya tinggi,” ujar Budi.

Kembali Budi menyarankan, masyarakat untuk mengikuti mudik gratis ini, terutama yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.

“Motor dan para pemudik diangkut dengan kapal laut. Mudik jadi lebih aman dan nyaman,” ucap Budi.

Terpisah, pengamat transportasi, Azas Tigor mendukung program mudik yang digelar pemerintah setiap tahunnya. Harapan dia, mudik gratis bisa berjalan dengan maksimal.

“Harus diorganisir secara baik sehingga bisa menggaet sebanyak mungkin para pemudik melalui mudik gratis ini,” ujar Tigor kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Untuk penetapan rute, usul Tigor, pemerintah harus memaksimalkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor di rute tersebut.

“Pemerintah harus memaksimalkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor di rute dan tujuannya. Hal itu supaya pengendara mudik bisa beralih menggunakan bus atau mudik gratis,” kata Tigor.

Tigor juga meminta pemerintah untuk menyiapkan kendaraan yang laik jalan serta didukung pengemudi yang andal dan sehat.

“Harus dipersiapkan kendaraannya yang digunakan, seperti laik operasi, driver dalam kondisi sehat dan tidak ugal-ugalan,” ujar Tigor.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menilai kebijakan ini untuk menurunkan jumlah pemudik yang sepeda motor. Catatan dia, tahun lalu pemudik dengan sepeda motor berkurang 40%.

“Program ini untuk menyasar pemudik sepeda motor. Di sisi lain, pengemudi dengan kendaraan roda empat kecil kemungkinan berpindah menggunakan program mudik bareng BUMN. Namun yanga pasti meningkatnya jumlah pemudik gratis BUMN tidak mengganggu permintaan dari pihak swasta. Harus benar-benar dihitung dan menyasar ke pemudik dengan kendaraan roda dua, bukan ke pemudik dengan kendaraan umum swasta,” pungkasnya.(din/fin)