Mobil Dinas Pemkot Banjar Terjun ke Jurang, Lima Orang Mengalami Luka

356
Mobil dinas Pemkot Banjar terjun ke jurang (ist)

BANJAR – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Cingambul, blok Cinangka, Desa CIngambul, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Selasa (12/2/2019) pukul 15.30 WIB.

Kecelakaan menimpa mobil minibus Grand Livina putih, berplat merah milik Pemkot Banjar dengan Nopol Z 103 X. Mobil itu terjun bebas ke jurang sedalam 5 meter.

Akibatnya lima penumpang termasuk sopir mengalami luka-luka. Seluruh korban pun dilarikan ke puskesmas Gumuruh, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

“Benar dan beberapa pejabat dari Diskominfo, Setda, PU, sedang menjemput ke sana, Informasi terkhir yang saya dapatkan penumpang ada lima termasuk sopir. Tiga luka ringan dan dua lagi luka serius dan masih mendapat perawatan di sana,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kota Banjar, Sunarto saat dihubungi, Selasa lalu.

Sementara itu Sekertaris Diskominfo Kota Banjar Agus Kostaman yang menjemput ke puskesmas Cikijing mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena sopir sedang dalam keadaan tidak sehat.

Saat mobil dinas Kabid Informasi Diskominfo Kota Banjar itu melaju di turunan yang berbelok, Ade tiba-tiba tidak sadarkan diri. Akibatnya mobil meluncur menabrak pembatas jalan dan terjun ke jurang.

Kasubag Ekbang dilarikan ke RS. Ortopedi Purwokerto

Pasca kelekaan tersebut keempat korban kondisinya sudah membaik, terkecuali Kasubag Ekbang Kota Banjar, Indah, yang mesti dilarikan ke rumah sakit ortopedi Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

“Ya kedua korban sempat dilarikan ke sini dulu, sekitar pukul 24.00 WIB, namun kondisi Bu Indah yang mengalami patah tulang selangka atau dada atas, hingga pukul 02.00 WIB, keluarga korban meminta untuk diperiksa oleh spesialis Ortopedi yang ada di Banyumas,” jelas Kabag Humas RSUD Kota Banjar, Adang Permana, Rabu, (13/02/2019). 

Selain indah, korban yang sempat dirawat di RSUD Banjar sendiri adalah Rifki, namun ketika hendak ditemui sudah meninggalkan ruangan perawatan.

Disinggung soal pemeriksaan kesehatan sopir di Pemkot Banjar, Adang mengaku tidak bisa mengaturnya karena bukan kewenangan RSUD 

“RSUD sifatnya hanya sebatas pelayanan. Terkait itu harus ada permintaan dari yang berwenang, misalnya dari Bidang Kepegawaian Daerah,”katanya.

Ditemui terpisah, Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih tidak banyak berkomentar terkait kejadian laka tersebut. Dia hanya meminta doa untuk kesembuhan para korban.
 
“Kejadiannya mah duka atuh ya, ketiduran mereun, penyakit ayan itu mah rumor, harus diperiksa dulu. Ya diperiksa supir semuanya, kalau Medical Chek-Up sabarahaeun nyak?. Gini, minta doanya saja buat ibu Kabag Ekbang yang baru saja dilantik, kasian, pekerjaannya numpuk, banyak yang harus diselesaikan, mudah-mudahan saya bisa nengok,” katanya. (mg1)