Minim Sosialisasi PSBB, Warga Garut Padati Pusat Perbelanjaan

289
Warga Garut memadati pusat perbelanjaan di kawasan Pengkolan (Iqbal Gojali)

RadarPriangan.com, GARUT – Warga Kabupaten Garut memadati pusat perbelanjaan di kawasan pengkolan sehari sebelum dilaksanakannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sejumlah ruas jalan pun dipadati kendaraan yang parkir.

Agus Somantri (45) salah seorang warga Tarogong Kidul mengaku, menjelang diberlakukannya PSBB banyak beredar informasi yang mengagetkan warga. Diantara informasi yang beredar adalah tutupnya tempat belanja, termasuk pasar.

“Tadi saja istri saya minta belanja untuk persiapan 14 hari ke depan karena selama PSBB katanya pasar tidak akan buka. Memang banyak sekali informasi yang seperti itu,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut sendiri, menurutnya minim memberikan sosialisasi terhadap masyarakat.

Padahal, seharusnya saat Menteri Kesehatan menyetujui PSBB se-Jawa Barat, Bupati Garut harus langsung melakukan sosialisasi.

“Jangan hanya sibuk membuat aturan, tapi mulai gencar sosialisasi harusnya agar masyarakat paham dan tidak salah arah,” ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, masyarakat tak hanya memenuhi toko sembako, namun banyak yang memadati toko pakaian.

Mereka khawatir, saat PSBB tak bisa berbelanja pakaian, apalagi saat mendekati Idul fitri.

“Mumpung belum PSBB, belanja baju lebaran dulu buat anak. Takut pas PSBB enggak boleh keluar rumah,” ujar Yanti (35), warga Garut Kota, Selasa (5/5/2020).

Yanti yang datang bersama anaknya sengaja membeli pakaian dan sepatu untuk anaknya. Meski pusat kota dipadati warga, ia tak khawatir soal virus korona. “Kan pakai masker, terus pulang ke rumah nanti langsung cuci tangan,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan Faris (28). Warga Banyuresmi itu datang ke kawasan Pengkolan untuk membeli baju untuk kedua anak dan istrinya. Ia juga ingin membeli baju untuk orang tuanya.

“Enggak nyangka pas ke sini ramai. Takut sih ada, tapi sudah nanggung jadi belanja saja,” ucap Faris yang datang dengan anak dan istrinya.

Meski merasa khawatir, Faris nekat belanja. Ia takut selama PSBB, tak bisa berbelanja pakaian. Apalagi kedua anaknya pasti bakal meminta pakaian baru untuk Idulfitri (igo)