Meski Kecewa, Relawan HY Terima Penguduran Pelantikan Bupati

324
Agus Winarno SH, pentolan Relawan H-Y Bupati Ciamis terpilih. (ANGGORO/RADAR PRIANGAN)

RADARPRIANGAN.COM, CIAMIS – Meski merasa kecewa, sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Ciamis yang berjuang untuk meminta pihak pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat melaksanakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada 7 April 2019, harus dihentikan.

para pendukung dan relawan pasangan Bupati Terpilih H Herdiat dan Yana D Putra (HY) yang rencananya akan melakukan aksi demonstrasi pun diurungkan oleh masyarakat khususnya.

Para pendukung dan relawan diimbau untuk tidak melaksanakan aksi lanjutan terkait diundurnya pelantikan Bupati Ciamis terpilih H-Y dan mengikuti imbauan dari pemerintah provinsi Jabar dan pusat.

“Pada akhirnya kami memilih untuk mengalah dan mengikuti aturan yang telah digariskan oleh Pemerintah Pusat atau Pemprov Jawa Barat,” jelas Agus Winarno SH, pentolan relawan HY saat dihubungi, Kamis (4/4/2019).

Menurut Agus, Sikap itu diambil setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan Bupati terpilih, yang meminta para pendukung dan masyarakat untuk tidak melakukan aksi demonstrasi.

“Oleh karena itu sekarang kami menghimbau kepada seluruh relawan untuk menahan diri. Sudah kita ikuti saja arahan Bupati. Kita terima dengan lapang dada dan sabar,” imbuhnya.

Agus menjelaskan, Bupati terpilih H Herdiat menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan penundaan waktu pelantikan.
Menurut Agus, kapan pun Bupati akan dilantik, masa jabatannya tetap dihitung 5 tahun sejak dilantik.

“Mungkin ini yang harus diapresiasi bahwa Pak Herdiat adalah seorang yang berjiwa besar. Dia sendiri yang melarang pendukungnya untuk melakukan aksi. Padahal para pendukung dan relawan sudah siap turun ke jalan,” tandasnya.

Meski sempat kecewa, Agus mengimbau seluruh relawan harus memahaminya dengan kedewasaan dan jangan melakukan aksi di luar koordinasi.

“Yang pasti semua persoalan ini kita jadikan catatan merah. Cukup tahu bahwa faktanya seperti ini, lalu biarkan masyarakat menilai,” katanya.

Agus juga mengajak kepada segenap Masyarakat masyarakat Ciamis, agar tetap fokus mengahadapi agenda Pemilu 17 April mendatang, dengan ikut menyukseskan dan menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing.

“Kita bantu pihak penyelenggara dan pengamanan pemilu kepolisian da TNI untuk senantiasa menjaga kondusifitas menjelang Pilpres dan Pileg nanti,” pungkasnya.

Hingga Kamis (4/4/2019), pemerintah pusat belum memberikan respon atas protes yang disuarakan oleh masyarakat termasuk surat yang dilayangkan Pemkab Ciamis yang menyatakan bahwa kondisi Ciamis kondusif. (mg1)