Merokok di Ruangan, BK Tegur Delapan Anggota Legislatif

43

GARUT – Diduga telah melanggar etik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, delapan anggota legislatif Garut akan dipanggil Badan Kehormatan DPRD Garut. Mereka akan diberi teguran agar tak mengulangi pelanggaran di kemudian hari.

Ketua BK DPRD Garut, Dadang Sudrajat, menuturkan, pelanggaran yang dilakukan para anggota dewan cukup beragam. Salah satunya ada sejumlah anggota dewan yang merokok di ruangan.

“Padahal merokok di ruangan itu menyalahi Perda (peraturan daerah) nomor 1 tahun 2018. Sebagai pembuat Perda, harusnya anggota dewan bisa paham aturan itu,” ujar Dadang di Gedung DPRD Garut, kemarin (5/12).

Menurutnya, Perda tersebut berlaku untuk semua golongan masyarakat. Para wakil rakyat dituntut harus bisa memberi contoh untuk mematuhi aturan yang dibuat.

“Memang di Gedung DPRD belum ada perangkatnya (ruang khusus merokok, red). Tapi bukan berarti bisa merokok di ruang fraksi atau komisi. Saat ditanyakan, yang bersangkutan menyebut tak tahu kalau ada larangan merokok,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, BK telah memasang stiker larangan merokok di ruangan. Jika masih ada yang melanggar, maka akan ditindak lebih tegas dengan pemberian sanksi.

“Kalau sampai sekarang baru teguran saja. Sebanyak enam kami panggil ke ruang BK, sedangkan dua orang kami langsung tegur secara lisan,” katanya.

Pelanggaran lain yang dilakukan yakni terkait pakaian yang dikenakan. Dadang menyebut, ada anggota dewan yang menggunakan pakaian yang tidak sesuai dan cenderung memakai pakaian santai saat berkantor.

“Pakaian tidak sesuai. Harusnya kan rapih karena tugas anggota dewan menyampaikan dan mendengar aspirasi masyarakat. Sopan santun berpakaian harus dijaga,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa saja anggota dewan yang melanggar, Dadang enggan menjawab. Ia menyebut, masalah identitas pelanggar masih jadi ranah BK. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here