Menteri Sosial Tinjau BST di Garut, Berikut Penjelasan Kepala Kantor Pos

772
Mensos Juliari Batubara saat kunjungannya ke Garut bersama, Wakil Gubernur Jabar, dan jajaran PT Pos Indonesia (ist)

RadarPriangan.com, GARUT – Menteri Sosial RI, Juliari Batubara meninjau penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga miskin terdampak Covid-19 di Kabupaten Garut, kemarin (19/6/2020) di Kecamatan Bayongbong dan Limbangan.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan Menteri Sosial kaitan bantuan BST tersebut. Antara lain Pemerintah akan memperpanjang BST hingga ke bulan Desember dari target semula yang hanya tiga bulan.

Mengenai hal tersebut, Kepala PT Pos Indonesia cabang Garut, Ade Novel, S.A.P membenarkan adanya perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut.

Namun demikian, Ade menjelaskan untuk BST perpanjangan sendiri yaitu terhitung tahap ke-4 nominalnya berubah. Dari semula per tahap keluarga penerima mendapat Rp 600 ribu, selanjutnya hanya menerima setengahnya yaitu Rp 300 ribu per keluarga.

” BST pusat yang semula hanya 3 periode dikali Rp 600 ribu, dilanjutkan sampai ke Desember, tapi nominalnya hanya Rp 300 ribu,” tegas Ade saat ditemui di kantornya, Sabtu (20/6/2020).

Untuk di Kabupaten Garut sendiri lanjut Ade, BST tengah dalam penuntasan tahap 2 dan sebagian sudah mulai memasuki pendistribusian tahap 3.

Pihaknya pun berupaya mempercepat bantuan tersebut tersalurkan kepada penerima. Untuk itu kata Ade, setiap hari distribusi dilakukan PT Pos Cabang Garut walaupun di hari libur.

“Bahkan hari ini kita ada distribusi di Pamengpeuk. Justru tanggal merah (itu) tanggal yang paling banyak transasksi penyaluran, karena kita bisa lebih awal sampai sore bahkan tengah malam,” jelas Ade.

Dalam hal BST ini kata Ade, PT POS Indonesia cabang Garut mendapatkan kepercayaan menyalurkan sebanyak 57.839 keluarga penerima. Jumlah tersebut tentunya belum data keseluruhan penerima BST di Kabupaten Garut. Karena masih ada pihak lain yang ditunjuk pemerintah menjadi penyalur, antara lain adanya keterlibatan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Walaupun jika dibandingkan Himbara, PT Pos Indonesia memang paling banyak alokasi BST yang harus disalurkan di Kabupaten Garut.

Karena itulah kada Ade, sebelumnya memang sempat terjadi kesalah pahaman. Ada penerima BST yang marah datang ke Kantor Pos karena saat distribusi yang dilakukan kantor Pos, mereka tidak menerima, padahal masuk dalam daftar. Setelah dicek, ternyata penerima tersebut terdaftar di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). “Alhamdulillah akhirnya aman,” katanya.

Ada Tiga Bansos yang Disalurkan Melalui Kantor Pos Cabang Garut

Dalam hal ini PT Pos Indonesia Cabang Garut, ditunjuk Pemerintah menyalurkan tiga jenis bansos penanganan dampak Covid-19.

Kepala PT Pos Indonesia Cabang Garut, Ade Novel, S.A.P menjelaskan, tiga jenis bansos itu antara lain, Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos), kemudian Bansos Gubernur Jawa Barat, dan Bansos Bupati Garut.

Untuk BST dari Kemensos, Kantor Pos Garut mendapatkan alokasi sebanyak 57.839 keluarga penerima, dimana jumlah ini belum total keseluruhan dengan yang disalurkan Himbara.

Kemudian untuk Bansos Gubernur Kantor Pos Garut mendapat alokasi sebanyak 89.734 keluarga penerima. Dimana dari total tersebut terdiri dari 47.983 DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan juga 41.751 non DTKS.

Selanjutnya untuk bansos Bupati Garut, kantor Pos Garut ditunjuk mendistribusikan sebanyak 25.555 keluarga penerima. Dimana besaran untuk bansos Bupati Garut ini adalah Rp 300 ribu per keluarga penerima.

Sehingga total bansos yang disalurkan PT Pos Indonesia cabang Garut untuk tiga jenis bansos ini adalah sebanyak 173.128 keluarga penerima.

Sejauh ini kata Ade pendistribusian bansos sendiri berjalan lancar. Nyaris tidak ada masalah yang berarti di lapangan. Karena itu dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu, terutama Pemerintah Daerah.

” Kami PT Pos Indonesia, Kantorpos Garut mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan Bapak Bupati Garut dan seluruh jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, seluruh jajaran Forkopimcam se-Kabupaten Garut, Lurah / Kades, RT RW, dan seluruh pihak yang telah membantu kelancaran distribusi kiriman Bansos,”.

Dan juga kepada jajaran TNI/ Polri yang telah mengamankan dan menertibkan kegiatan distribusi Bansos di Kabupaten Garut berjalan aman dan tertib.” Katanya.(fer/RP)