Mentan Klaim Sudah Stop Impor, kini Jagung dan Kentang Siap Diekspor

280
Menteri Pertanian Amran Sulaeman dalam kunjungannya ke Kabupaten Garut, Kamis (21/3). (IST)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk mengekspor produksi jagung Indonesia pada 2019. Menurut dia, pemerintah telah menutup keran impor untuk jagung pada 2018. Karena itu, ia yakin tahun ini bisa mengekspor jagung ke pasar Asia.

“Produksi jagung membaik. Kita sudah menyetop impor 3 juta ton lebih. Kita akan ekspor tahun ini,” kata dia saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Kamis (21/3).

Pada 2018, ia menyebut bahwa pemerintah sempat mengekspor jagung sebesar 300 ribu ton. Meski, pada akhir tahun pemerintah kembali membuka keran impor sebesar 100 ribu ton, namun jika dikalkulasi angka ekspor lebih tinggi dibanding impor.

Selain jagung, lanjut dia, pemerintah juga telah berhasil mengekspor kentang, yang notabene selama ini selalu impor. Ia mengatakan, total kentang yang sudah diekspor sebesar 5.000 ton.

“Kentang sudah kita menutupi untuk kebutuhan pangan. Janji Pak Dirjen, kentang untuk kebutuhan industri akan segera bisa ditutupi,” kata dia.

Amran berjanji akan terus menggenjot produksi pertanian agar bisa terus diekspor. Menurut dia, angka ekspor Indonesia telah meningkat naik 29 persen dengan nilai lebih dari Rp400 triliun.

Amran mengklaim, pendapatan domestik bruto dari sektor pertanian juga mengalami peningkatan, dari Rp900 triliun pada 2014 menjadi Rp1.462 triliun pada 2018.

Pada saat yang sama, Amran juga melepas dua komoditas lainnya yakni 19 ton manggis senilai Rp392 juta, dan barecore atau plywood 591,3 M3 dengan nilai Rp1,4 miliar tujuan Tiongkok.

“Momentum ekspor ini harus kita ekspose, kita publikasikan agar petani tambah bersemangat, investor tertarik dan produk pertanian kita lebih dikenal di pasar dunia,” kata dia.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyampaikan, berdasarkan data dari sistem otomasi Barantan 2018 tercatat eksportasi komoditas kentang melalui sertifikasi di Karantina Bandung sebesar 1.000 ton dengan nilai ekonomi Rp20 miliar.

Sementara itu untuk ekspor manggis, dalam kurun waktu triwulan pertama 2019, terdata total 1.261,2 ton dengan nilai Rp17,6 miliar tujuan China, dan ekspor barecore total 926 kontainer dengan nilai Rp129,6 miliar dengan tujuan Tiongkok dan Timur Tengah.

Selain itu, Jamil juga menyampaikan selama periode Januari-Maret 2019, ekspor sayuran tercatat sebanyak 293 ton, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 372 kali, dan ekspor manggis sebanyak 833 ton dari total 1.586 ton atau sebesar 52.5 persen dari total ekspor manggis asal sertifikasi Karantina Bandung.

“Ekspor sayuran dan buah lainnya telah menyumbang devisa sekitar US $ 3 juta, dan melati sekitar US $ 1.5 juta selama kurun waktu 2018-2019,” kata dia.

Bupati Garut Rudy Gunawan dalam sambutannya kemarin mengapresiasi kinerja ekspor pangan yang dicapai selama pemerintahan Jokowi-JK.

Ia menyebut bahwa ekspor sendiri merupakan bukti dari dampak inovasi pertanian yang dilakukan Kementan.

“Kita berharap pendampingan khususnya bagi para petani di Garut untuk memasuki pasar ekspor dapat terus digalakkan,” katanya.

Saat menerima bantuan Kementan dengan total nilai Rp53,9 miliar, Rudi berharap perhatian besar pemerintah dalam bentuk alat mesin pertanian (alsintan), benih, domba, ayam, dan lain-lain.

“Itu dapat menjadikan pemicu semangat bagi petani di wilayah Garut,” ucapnya. (igo)