Memo, Garut Dinilai Lebih Siap Bentuk Daerah Otonomi Baru

291
Memo Hermawan


Perlu Sinergitas dari Semua Pihak Untuk Bangun Infrastruktur dan Pusat Pemerintahan
GARUT – Persiapan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Garut Selatan dinilai telah selesai untuk tingkat kabupaten dan provinsi. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Memo Hermawan, kepada wartawan di Desa Ciburial Kecamatan Samarang, kemarin (5/12).

Menurutnya, pemerintah tingkat provinsi maupun kabupaten telah mendorong dan merekomendasikan DOB Garut Selatan. Untuk selanjutnya, tinggal ranah Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

“Tinggal moratorium dicabut, dan menurut informasi dari Jakarta, DOB ini sedang dibahas, 22 DOB pada tahun 2021 sudah keluar termasuk di Jawa Barat itu ada Garut dan Bogor. Pengembangan Jabar selatan terdiri dari 16 Kecamatan 137 desa, itu berdasarkan Perda (peraturan daerah, 28 tahun 2010,” katanya.

Dalam Perda tersebut, dari 16 Kecamatan yang akan menjadi DOB Garut Selatan diantaranya Kecamatan Cikajang.

“Kedepannya, ada kewajiban dari Kabupaten induk, Provinsi dan pemerintah pusat untuk membangun daerah otonomi baru. Karena sudah ditetapkan dalam Perda, pemerintahan sementara (DOB, red) akan berada di Pameungpeuk. Setelah dua tahun berarti harus punya kantor sendiri dan punya pemerintah sendiri, untuk kemudian tinggal memiliki anggota dewan yang disana. Awalnya pimpinan daerah oleh plt Bupati, sedangkan untuk DPRD akan dibentuk pada Pemilu berikutnya,” tambahnya.

Lanjut Mantan Bupati Garut itu, persiapan dalam membentuk DOB Garut Selatan tidaklah mudah dan perlu bertahap.

“Pembangunan juga agak berat, tidak mungkin sekaligus, termasuk pembangunan jalan utama jalur selatan, infrastruktur sayap ke daerah pedalaman seperti yang menghubungkan bungbulang. Pemerintah membentuk dinas-dinas,” kata Memo.

Menurutnya, DOB Garut Selatan dinilai lebih siap dari segi sarana dan prasarana untuk membangun pemerintahan. Hal tersebut dilihat dari sudah tersedianya lahan seluas 400 hektare termasuk masjid Agung di Kecamatan Mekarmukti yang akan dijadikan pusat pemerintahan DOB Garsel. (erf)