Mantap, Pak Kades Hanjuang Memberikan Kompensasi Bagi Warga Terdampak Covid-19

223
ist

RadarPriangan.com, GARUT – Langkah yang dilakukan Kades Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, patut dicontoh oleh kades lainnya.

Asep Rahayu Efendi, Kades Hanjuang, mengalokasikan sebagian anggaran Dana Desa untuk kompensasi kepada warga lanjut usia berupa bantuan sembako dan uang tunai bagi warga terdampak pandemi virus covid-19.

Diantaranya, beras 10 kg, ayam 2,5 kg, telur 2 kg, vitamin C 1 paket, beserta uang tunai Rp 150 ribu.

“Hari ini atas nama kepala desa, saya serahkan bantuan ini kepada ibu-ibu dan bapak-bapak untuk menjamin hidup ibu-ibu dan bapak-bapak. Kita doakan ibu bapak tetap sehat, dan virus Korona di Republik Indonesia segera berlalu,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan yang hadir dalam pembagian bersama Kades Hanjuang, Asep Rahayu Efendi, Sabtu (4/4/2020).

Bupati sangat bangga dan memuji Kades, karena sebetulnya anggaran Dana Desa belum cair. Namun Kades mampu mencari dana talangan dan sebagian dari swadaya (gotong royong).

Dana Desa sebesar 40 %, sebut Rudy, dipastikan segera cair dan langsung masuk kas desa Rabu depan (8/4/2020). Karena prosesnya sudah diajukan 10 hari yang lalu, mengingat proses pencairannya harus melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) berbeda dengan dahulu yang masuk melalui APBD dan cukup dengan satu tanda tangan Bupati saja.

Rudy juga menyebut, akan menyalurkan kembali ADD, di mana di dalam komponen ADD itu ada titipan 2 % (Rp 43 miliar) yang diperuntukkan bagi RW membangun infrastrutur, dan sebagian dari itu dialokasikan untuk memperkuat ekonomin masyarakat.

Karena dalam situasi seperti ini dirinya tidak ingin warganya ada yang kelaparan. “Lapor saya kalau ada yang kelaparan, tidak boleh ada kerawanan pangan,” ujarnya.

Kepala Desa Hanjuang, Asep, saat dihubungi menuturkan.dana kompensasi dari pemerintah desa difokuskan untuk penanganan wabah covid-19.

Dana ini seluruhnya diberikan kepada 1.188 KK, bersumber dari DD, ADD, dan Swadaya dengan total anggaran 500 juta rupiah.

Dana itu, tambah Asep, guna mendukung pemerintah dalam memerangi wabah virus Korona. Apalagi terhitung hari ini (Sabtu), 11 RW di desanya diberlakukan karantina wilayah selama 14 hari ke depan.

“Jadi kami harus jamin warga kami biaya hidupnya, mulai dari beras, dan lauk pauknya dan uang untuk kebutuhan lainnya harus kami penuhi,” ujarnya.

Secara rinci Aseka menyebutkan, bantuan diberikan untuk keluarga miskin dengan anggota keluarga lebih dari 5 orang, denga dua kriteria, yaitu warga jompo dan lansia, serta bagi warga miskin usia produktif.

Selama 14 hari mereka diberi beras 10 kg, Ayam 5 kg, Telur 5 kg dan Vit c satu paket, serta uang Rp 150 ribu. (fer/rls)