Manajer Persigar Mengaku Pernah Dicurangi Wasit

383

GARUT – Manajer Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar), Dadang Johar Arifin, mengaku pernah merasakan ketidakadilan oknum wasit di lapangan.

“Saya sudah merasakan, kan saya sudah bicara pada waktu pertandingan di Tasikmalaya, kami memegang Persigar, masa itu pemain saya dikartu merah tiga tanpa alasan yang jelas, kemudian waktu perpanjangan tiga menit menjadi berapa, menjadi dua belas menit,” katanya menceritakan ketika timnya Persigar bertanding pada babak penyisihan Liga Tiga di Tasikmalaya tahun lalu.

Dengan tertangkapnya sejumlah wasit yang ikut mengatur skor pertandingan oleh Satgas Mafia Bola, Dadang merasa bersyukur atas terungkapnya kasus tersebut. Karena itu merupakan pelanggaran hukum yang bisa merusak kualitas kompetisi sepakbola di Indonesia itu.

“Maka dengan diungkapnya kasus wasit pengatur skor supaya jadi pembelajaran ke depan. dan ini sudah lama sekali, tidak hanya di liga tiga, saya yakin haqqul yakin di liga satu juga ada cara-cara seperti itu,” tambah Dadang.

Dadang berharap kultur pertandingan sepakbola di Indonesia bisa sehat, dalam artian jujur dan adil tanpa pengaturan skor dari pihak tak bertanggung jawab.

Pasalnya, jika dibiarkan maka kondisi tersebut bisa merusak kualitas kompetisi sepakbola di Indonesia.

“Ulah oknum bekerjasama dengan mafia, seolah juara sudah ditentukan,”  pungkasnya. (erf)