Mana yang Lebih Baik, Berkurban di Daerah Sendiri atau di Tempat Lain?

150
dok Radar

RadarPriangan.com – Sebentar lagi masyarakat muslim di seluruh dunia akan merayakan idul adha atau yang lebih dikenal dengan hari raya kurban.

Nah dalam masalah kurban ini ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan masyarakat. Diantaranya adalah mana yang lebih baik, berkurban di daerah sendiri atau di luar daerah tempat tinggal?. Kemudian, mana yang lebih baik menyembelih sendiri atau diwakilkan?.

Seperti dikutip dari ustadz Raehanul Bahraen dalam laman muslim.or.id, dia menjelaskan, berdasarkan pendapat Syaikh Ustman Al-Khumais hafidzahullah, kurban yang terbaik adalah sebagai berikut:

1) Engkau berqurban di negerimu (di daerahmu, daripada mengirim qurban di daerah lain, pent)


2) Engkau berqurban dengan hartamu sendiri

3) Engkau menyembelih sendiri qurbanmu (daripada diwakilkan, pent)

4) Engkau membagikan sendiri daging qurbanmuEngkau bagi menjadi tiga bagian, sepertiga untukmu, sepertiga untuk hadiah (orang kaya) dan sepertiga untuk sedekah (untuk orang miskin)

Namun demikian, perlu dilihat bahwa penjelasan Syaikh Ustman Al-Khumais hafidzahullah di atas adalah hukum asal dari cara yang terbaik apabila kita ingin berkurban.

Namun dalam kondisi tertentu, apabila ada suatu kebutuhan tertentu atau ada alasan tertentu, kita boleh keluar dari hukum asal cara terbaik ini.

Misalnya yang terbaik adalah kita menyembelih dengan tangan sendiri kurban kita, tetapi apabila kita sedang sibuk saat itu dan tidak ada di tempat, kita boleh mewakilkan pada tukang jagal. Kita usahakan menyembelih sendiri dengan latihan apabila memungkinkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyembelih sendiri hewan kurbannya. Dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata,

ﺿَﺤَّﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﻜَﺒْﺸَﻴْﻦِ ﺃَﻣْﻠَﺤَﻴْﻦِ ﺃَﻗْﺮَﻧَﻴْﻦِ ﺫَﺑَﺤَﻬُﻤَﺎ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻭَﺳَﻤَّﻰ ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ﻭَﻭَﺿَﻊَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺻِﻔَﺎﺣِﻬِﻤَﺎ

“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing yang putih kehitaman (bercampur hitam pada sebagian anggota tubuhnya), bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir dan meletakkan kaki beliau di badan kedua hewan tersebut.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Ibnu Qudamah menjelaskan,

ﻭَﺇِﻥْ ﺫَﺑَﺤَﻬَﺎ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻓْﻀَﻞَ ؛ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺿَﺤَّﻰ ﺑِﻜَﺒْﺸَﻴْﻦِ ﺃَﻗْﺮَﻧَﻴْﻦِ ﺃَﻣْﻠَﺤَﻴْﻦِ ، ﺫَﺑَﺤَﻬُﻤَﺎ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ، ﻭَﺳَﻤَّﻰ ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ، ﻭَﻭَﺿَﻊَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺻِﻔَﺎﺣِﻬِﻤَﺎ

“Jika ia menyembelih kurbannya dengan tanggannya sendiri maka ini lebih baik, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih 2 kambing yang bertanduk indab menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir dan meletakkan kaki beliau di badan kedua hewan”[Al-Mughni 13/389-390]

Demikian juga pertanyaan mana yang lebih baik, berkurban di daerah sendiri atau daerah luar yang miskin dan membutuhkan, maka jawabannya tetap saja yang terbaik berkurban di daerah sendiri karena lebih bermanfaat bagi orang di sekitar kita serta membangun hubungan sosial yang baik dengan hadiah dan sedekah kita pada orang di sekitar kita.

Namun pada keadaan tertentu, kita boleh berkurban di luar negeri atau di luar daerah kita dengan pertimbangan mashlahat yang lebih baik. Misalnya di daerah kita sudah sangat banyak yang berkurban dan masyarakatnya banyak yang mampu, maka boleh kita berkurban di luar daerah/negeri yang miskin dan membutuhkan.

Syaikh Khalid Al-Mushlih menjelaskan bahwa hukum asalnya dan sunnahnya berkurban itu di daerah sendiri sehingga shahibul kurban bisa menyaksikan sendiri, menyembelih sendiri dan membagikan sendiri, akan tetapi apabila ada hajat dan mashlahat, maka boleh berqurban di luar daerah/negerinya.

Demikian juga penjelasan syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid,

فلا حرج في إعطاء المال لمن يذبح لك أضحية في الصومال ، بشرط كونه ثقة مأمونا ، وذبحه لها في أيام الذبح التي هي أيام التشريق

“Tidak mengapa mengirimkan harta untuk berkurban dan disembelihkan di Somalia (negara muslim miskin), dengan syarat orang yang diwakili terpercaya dan amanah. Ia menyembelih di hari idul adha dan hari tasyriq” [Fatwa syabakah Al-Islamiyah no. 175475]. (RP)