Lokomotif Kembali Masuki Stasiun Garut

78
Warga sambut kedatangan lokomotif (Iqbal Ghozali)

GARUT – Kamis siang (23/01/2020), ratusan masyarakat yang berada di sekitar stasiun Garut, Jawa Barat berkumpul mengabadikan kedatangan lokomotif untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun.

Kedatangan lokomotif tersebut merupakan dalam rangka uji coba jalur dari Stasiun Cibatu sampai Stasiun Garut yang dilaksanakan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Lokomotif yang tiba sekitar pukul 12.15 itu mendapat sambutan yang cukup meriah, warga bahkan bersorak. Sejumlah warga pun tampak mengabadikan kedatangan lokomotif tersebut dengan berfoto bersama, swafoto, hingga mengambil video.

Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Fredi Firmansyah yang ikut dalam uji coba jalur menyebut bahwa secara umum proyek reaktivasi jalur Cibatu-Garut belum rampung 100 persen, namun ia memastikan bahwa relnya sudah terhubung.

” Ini baru uji coba, namun secara keseluruhan uji cobanya bagus dan kami akan tetap tambah yang kurang secara teknis misalnya penambahan ballast (bagian dari badan jalan kereta api tempat penempatan bantalan rel),” ujarnya di Stasiun Garut.

Ia mengatakan bahwa uji coba jalur sendiri dilakukan untuk menguji kekuatan rel dengan sarana yang paling berat yaitu lokomotif karena beratnya mencapai 85 ton. Dalam uji coba sendiri kecepatannya 20 hingga 25 kilometer per jam. “Secara teknis sudah siap,” katanya.

Proses reaktivasi sendiri disebutnya masih melakukan pekerjaan pembangunan stasiun di Cibatu dan Garut, sehingga saat dimulai dioperasikan masih akan menggunakan stasiun yang lama.

Pihaknya sendiri dalam beberapa waktu ke depan akan melakukan uji coba dengan membawa satu rangkaian kereta yang terdiri dari satu lokomotif dan tujug gerbong penumpang.

Launching sendiri, diungkapkan Fredi, diperkirakan akan dilakukan di akhir bulan Januari atau awal Fabruari 2020.

“Jadi untuk operasional sudha bisa dilakukan, namun untuk bangunan nanti bisa menyusul,” ungkapnya.

Saat pertama kali dioperasikan, ia menyebut bahwa PT KAI akan menggartiskan tiket perjalanan Cibatu-Garut dan sebaliknya.

Pihaknya pun untuk pertama kali akan menggunakan kereta kelas ekonomi dengan kapasitas 7 gerbong dengan setiap gerbongnya 100 orang sambil melihat animo masyarakat.

“Uji coba gratis dulu. Kalau dibutuhkan, nantinya bisa ada kereta eksekutif,” tutupnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here