Lantaran tak Diberi Pinjaman Uang, Mahasiswa Bunuh Teman Wanitanya

284
Ilustrasi: Jawa Pos

RADARPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA – Kesal tidak diberi pinjaman uang sebesar Rp4 juta kepada teman kuliahnya, Rifqi Firdaus Helmi, 23, mahasiswa Poltekes di Tasikmalaya membunuh teman wanitanya, Ooh Saonah alias Ica, 32, warga Babakan Bandung, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya di salah satu kamar hotel di Kota Tasikmalaya.

Aksi pembunuhan tersebut dilakukan menggunakan tangan kosong dengan cara dicekik dan dibekap menggunakan bantal.

“Aksi pembunuhan ini dilakukan tersangka pada Rabu (6/3) dan kita berhasil menangkapnya pada Senin (25/3) di Tasikmalaya setelah sebelumnya sempat lari ke Kuningan dan Jakarta,” kata Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf, Jumat (28/3).

Aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka, dikatakan Kapolres, karena korban menolak memberikan pinjaman uang. Korban dan tersangka selama ini saling kenal selama dua tahun terakhir dan kerap berhubungan badan. Bahkan pelaku selalu diberi upah Rp200 ribu oleh korban setelah berhubungan badan itu.

Sebelum aksi pembunuhan, tersangka berniat meminjam uang Rp4 juta untuk membayar utang kepada teman kuliahnya. Pada saat meminjam uang, tersangka mengetahui bahwa korban membawa uang di dalam tasnya sebesar Rp70 juta.

“Tetapi korban menolak memberikan pinjaman sampai akhirnya pelaku emosi,” kata Kapolres.

Saat emosi, tersangka langsung mencekik dan membekap korban menggunakan bantal dan selimut hingga meninggal dunia. Usai melakukan aksi tersebut, tersangka pun melarikan diri dengan membawa uang tunai milik korban.

Di lokasi tempat kejadian perkara, disebutkan Kapolres, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Selain itu, pihaknya menemukan buku tabungan milik korban dengan saldo mencapai sebesar Rp161 juta.

Polres Tasikmalaya mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang wanita di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya oleh mahasiswa. (IQBAL GOJALI/RADAR PRIANGAN)

“Dari uang Rp70 juta yang dibawa lari tersangka, sebagian dititipkan ke saudaranya sebesar Rp25 juta dan sisanya diberikan untuk membayar utang temannya hingga membeli berbagai kebutuhan. Uang milik korban itu juga dibelanjakan sepatu dan HP Iphone 6 plus oleh tersangka. Sisanya disimpan di beberapa buku tabungan miliknya, termasuk memberikan uang kepada pacarnya mahasiswanya untuk membayar utang sebesar Rp1,5 juta,” bebernya.

Usai ditangkap oleh tim dari Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Tasikmalaya, tersangka sudah mengaku semua perbuatannya kepada Ica.

Sebelum tertangkap anggota kepolisian, kata Febry, warga Kampung Ciheulang, Desa Singkir, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya ini pun sempat datang ke dukun untuk meminta jimat dalam pelariannya.

Saat ini, Rifqi harus mempertanggungjawankan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun.

“Dalam beberapa hari ke depan juga kita menggelar rekontruksi kejadian yang mengakibatkan korban meregang nyawa ini,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here