Lagi, Dua Pasien PDP di Garut Meninggal Dunia

397
ilustrasi virus covid-19

RadarPriangan.com, GARUT – Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Garut, mengumumkan bahwa ada dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, Rabu malam (01/04/2020).

Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah dua pasien ini positif Covid-19 atau tidak, karena masih menunggu hasil laboratorium.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, Ricky Rizki Darajat, menyebut dua PDP yang meninggal yakni laki-laki berusia 20 dan 55 tahun. PDP usia 20 tahun meninggal sekitar pukul 23.00.

“Untuk meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat, kami membenarkan jika PDP usia 20 tahun meninggal dunia. Tanggal 27 (Maret) baru diambil sampelnya dan belum keluar hasil dari Labkesda,” ucap Ricky saat konferensi pers di Gedung Pendopo Garut, Kamis (02/04/2020).

PDP usia 20 tahun ini lanjut Ricky, merupakan warga Kecamatan Cigedug. Pasien tersebut sebelumnya diketahui sempat kabur dari ruang isolasi selama beberapa jam. Sedangkan yang berusia 55 tahun berasal dari Kecamatan Leles.

“ Kedua pasien punya penyakit penyerta. Saat datang ke rumah sakit, mereka memang sudah dalam kondisi sakit,” katanya.

Ricky mengaku sempat ada keresahan di tempat tinggal kedua PDP. Namun demikian, Ia menyebut, tak ada penolakan untuk pemakaman keduanya. Namun warga meminta kepastian status PDP dan penyemprotan disinfektan.

Dengan meninggalnya dua orang PDP tersebut, Ricky menyebut bahwa hingga saat ini di Garut telah lima orang PDP yang meninggal dunia. Sampai jam 09.00, sudah ada 1.158 ODP dan 16 PDP, dan satu positif Covid-19 di Garut. Untuk pasien positif, kondisinya mulai membaik dan akan kembali diperiksa.

“Kami berharap ada rapid test yang cukup banyak. Sekarang kami hanya kebagian 250 rapid test. Sedangkan ODP saja sampai jam 09.00 ini sudah ribuan orang,” ujarnya. (igo)