Laga Bertajuk Rooney’s Farewell

232
Rooney’s

LONDON – Inggris akan menjamu Amerika Serikat (AS) dalam laga uji coba di Wembley Stadium. Pertandingan ini sekaligus menjadi ajang perpisahan mantan kapten The Three Lions, Wayne Rooney.
Wazza -julukan Rooney yang melakoni debut internasional pada usia 18 tahun 2003 silam memutuskan pensiun dari timnas tahun lalu. Selama 15 tahun mengenakan jersey Inggris, penyerang berusia 33 tahun tersebut mencetak 53 gol dalam 119 pertandingan.
Jumlah gol tersebut menjadikan eks pemain Everton dan Manchester United tersebut sebagai top skor sepanjang masa Tiga Singa. Makanya, FA dan Manajer Inggris, Gareth Southgate ingin secara khusus memberi penghargaan pada Rooney lewat laga bertajuk Rooney’s Farewell.
Rooney dipercaya hanya bermain di bagian akhir pertandingan dan Southgate juga menegaskan bahwa legenda Inggris itu tidak akan mengenakan kaos No. 10. “Faktanya adalah ini akan menjadi kesempatan untuk memberi penghargaan pada apa yang telah ia capai,” tegas Southgate dalam jumpa pers.
Southgate mengakui, tanpa prestasi mengkilap berupa trofi, keputusan menggelar Rooney’s Farewell ini menimbulkan banyak perdebatan. “Saya mengerti itu menyebabkan banyak perdebatan, tetapi bagi saya itu adalah cara kecil untuk menghargai apa yang telah diberikan kepada negara,” tegasnya.
Meski hanya akan turun beberapa menit di laga yang akan disaksikan 66 ribu penonton ini, Rooney mengaku sudah sangat bangga. Apalagi, hasil pembelian tiket akan disumbangkan kepada yayasan sosialnya. “Saya tidak tahu berapa lama saya akan bermain. Tapi saya senang,” kata Rooney di situs resmi klubnya, D.C. United.
Inggris sendiri menjadikan laga ini sebagai persiapan mereka menghadapi Kroasia di UEFA Nations League, awal pekan nanti. Karena itu, selain Kieran Trippier yang mengalami cedera bersama Tottenham Hotspur, Southgate tetap menyiapkan seluruh pemain terbaiknya.
Satu nama yang diprediksi akan mendapat tempat dalam pertandingan ini adalah winger 18 tahun, Jadon Sancho. Pemain Borussia Dortmund tersebut terus menunjukkan performa apik. Pada laga terakhirnya kontra Bayern Munchen, ia turut membantu timnya meraih kemenangan 3-2.
Amerika Serikat sementara mengharapkan laga berat di Wembley, dinihari nanti. “Inggris memiliki tim yang luar biasa, dengan orang-orang seperti (Raheem) Sterling, (Marcus) Rashford dan lainnya. Saya sangat senang dan sangat bersemangat,” kata penyerang AS, Timothy Weah di Sky Sports.
Pelatih sementara AS, Dave Sarachan datang ke Wembley dengan nama besar mereka seperti DeAndre Yedlin, Cameron Carter-Vickers, dan Christian Pulisic. Mereka pun diharapkan bisa memperbaiki rekor pertemuan AS dengan Inggris yang terakhir mereka kalahkan pada 1993 silam. (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here