Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur

44

GARUT – Berbekal informasi dari pemburu, Babinsa Koramil Tarogong, Kodim 0611 Garut dan Bhabinkamtibmas Polres Garut Sabtu (18/01/2020) sore menemukan ladang ganja yang ditanam di kawasan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Inf Dedi Saepuloh menyebut bahwa penemuan tersebut diawali dari laporan warga yang pulang berburu di kawasan Gunung Guntur.

“Warga itu melaporkan kepada kita bahwa ada yang menanam ganja tapi tidak disebutkan lokasi tepatnya,” ujarnya.

Menyikapi laporan tersebut, kata Dedi, pihaknya langsung melakukan tindak lanjut dengan melakukan pencarian ladang tersebut. Sore kemarin, anggotanya pun akhirnya menemukan ladang ganja tersebut di blok curug Cileungsing, Gunung Guntur Garut.

Ia menyebut bahwa untuk bisa sampai ke lokasi penemuan harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan jalan kaki.

“Di lokasi ladang ganja itu kita menemukan puluhan batang pohon ganja dengan tinggi sekitar 1 meter. Perkiraan kita ganja tersebut sudah ditanam sekitar 1,5-2 bulan,” katanya.

Pihaknya sendiri, diungkapkan Dedi langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Garut terkait temuan tersebut dan pihaknya langsung menunggui.

“Semalam tim dari Satnarkoba malam langsung menuju lokasi penemuan tersebut. Mungkin langsung dicabut dan dibawa ke Mapolres Garut,” tutupnya.

Kepolisian Resor Garut melalui Satuan Reserse Narkoba dipastikan akan melakukan penyisiran kawasan Gunung Guntur yang berada di wilayak Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.Penyisiran tersebut dilakukan menyikapi adanya temuan ladang ganja di blok Curug Cileungsing, Desa Pasawahan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Garut, AKP Cepi Hermawan menyebut bahwa dengan adanya temuan ladang ganja tersebut maka tidak menutup kemungkinan adanya lahan serupa di blok lainnya. Oleh karena itu ia menyebut bahwa pihaknya akan melakukan penyisiran di kawasan atau blok yang selama ini jarang terjamah.

“Lokasi penemuan ladang ganja yang kemarin ditemukan memang bukanlah jalur yang biasa dilewati oleh para pendaki. Jalur tersebut juga bukan di lokasi yang biasa digunakan untuk berkebun atau mencari kayu warga. Jadi lokasinya memang jarang terjamah oleh manusia,” ujarnya, Minggu (19/01/2020).

Cepi menjelaskan bahwa akses menuju ladang ganja tersebut sangat sulit diakses karena berada di lereng gunung Guntur. Namun ia memastikan bahwa ganja tersebut ada yang sengaja menanam.

“Mungkin karena berfikir bahwa aksinya tersebut tidak akan diketahui karena akses menuju kesananya cukup sulit dan jarang terjamah. Lokasinya sendiri di lahan milik BKSDA,” katanya.

Keyakinannya dengan adanya kesengajaan menanam ganja, diungkapkan Cepi, karena melihat kondisi tanah yang terdapat pupuk kimia dan organik di setiap tanaman. Ia pun memastikan bahwa tanaman tersebut adalah ganja setelah dilakukan uji awal tanaman, namun pihaknya tetap akan mengirim sampelnya ke Puslabfor Mabes Polri.

Ia mnyebut bahwa saat ini seluruh tanaman ganja yang ditemukan dilokasi sudah dibawa ke Mapolres Garut. Lokasi penemuan pun sudah dipolice line.

“Di lokasi sendiri setelah kita hitung kembali jumlah pohon ganjanya sekitar 30 pohon. Diperkirakan usia tanamannya sekitar 2 bulanan,” sebutnya.

Hingga saat ini sendiri, Cepi mengaku bahwa pihaknya masih mendalami pemilik lahan yang sengaja menanam ganja. “Semoga bisa kita segera temukan pemiliknya. Sambil itu juga kita akan menyisir lagi,” tutupnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here