Kurang Ruang Kelas, Siswa Terpaksa Belajar di Teras

281
Murid-murid SDN V Leuwigoong belajar di teras sekolah, akibat kekurangan ruang kelas (PEPEN APENDI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Para orang tua siswa SDN V Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, terperangah saat melihat kenyataan 66 murid sekolah itu harus belajar di teras sekolah tanpa alas. Ketika ditanyakan, kepala sekolah Tete Kurniasih SPd, menyebut murid-murid belajar di teras sekolah akibat kekurangan ruang kelas.

Orang tua murid SDN V Leuwigoong yang mengantar anaknya sekolah, Mimin dan Euis mengungkapkan, teras sekolah tanpa tikar (karpet) yang digunakan kegiatan belajar mengajar kondisinya bersih karena berlantai keramik. Namun apapun kondisinya, murid-murid belajar di teras sekolah akibat kekurangan kelas tetap dipandang tak nyaman. Apalagi di teras sekolah tanpa papan tulis (bor) dan tanpa kursi dan meja guru.

“Guru yang mengajar di teras sekolah, ada yang duduk dan ada yang berdiri. Sedangkan murid-muridnya ‘ngadepong’ sambil menulis dan membaca buku. Kami memahami sebagian murid-murid harus belajar di teras sekolah karena kekurangan ruangan kelas. Diharapkan, usulan SDN V Leuwigoong mendapat bantuan dana Ruangan Kelas Baru (RKB) segera diakomodir oleh instansi terkait,” tutur Mimin, sambil melihat anaknya belajar di teras sekolah, Rabu (17/7).

Enok orang tua murid SDN V Leuwigoong lainnya mengatakan, SDN V Leuwigoong yang lokasinya berdekatan dengan Lapang Jamaras seharusnya mendapat prioritas memperoleh dana bantuan RKB. Apalagi lahan (tanah) untuk membangun RKB sudah tersedia. Hati kecilnya, dia tak rela melihat murid-murid belajar di teras sekolah tanpa tikar (karpet). Namun tetap memahami kondisi karena kekuranga kelas.

Para orang tua murid termasuk Pengurus Komite SDN V Leuwigoong, meminta agar Kadis Pendidikan Kabupaten Garut, wakil rakyat yang membidangi pendidikan dan bupati melihat laangsung kondisi SDN V Leuwigoong yang kekurangan kelas. Dampaknya, 66 murid harus belajar di teras sekolah.

SDN V Leuwigoong pun tak memiliki WC. Murid-murid yang kebetulan buang air kecil dan buang air besar haraus pulang dulu ke rumahnya atau ikut buang air ke tempat lain. Untuk membangun MCK lahannya sudah ada, namun bantuannya belum terakomodir.

Kepala SDN V Leuwigoong Tete Kurniasih, enggan berkomentar lebih banyak tentang sebagian muridnya harus belajar di teras sekolah karena kekurangan ruangan kelas. Meski kekurangan kelas, proses belajar mengajar tak boleh terhenti, sehingga sebagian muridnya belajar di teras sekolah.

Murid-murid yang belajar di teras sekolah, meliputi murid kelas V sebanyak 26 orang, kelas IV 24 orang dan kelas III sebanyak 16 orang. Sedangkan 19 murid kelas satu belajar di dalam kelas. Jumlah murid SDN V Leuwigoong sebanyak 130 orang.

Data dari SDN V Leuwigoong, jumlah guru PNS di sekolah itu 3 orang. Ruangan kelas hanya memiliki tiga ruangan. Ruangan kelas VI terpaksa disekat karena digunakan oleh dua rombongan belajar beda kelas. Kepala sekolah dan pengurus komite, sudah berkali-kali mengajukan usulan bantuan dana ruangan kelas baru. Namun hingga tahun 2019 belum terakomodir. Padahal ruangan kelas sangat mendesak.

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Leuwigoong Sutiarman, menuturkan, pihaknya setiap tahun mengusulkan bantuan pembangunan RKB bagi SDN V Leuwigoong. Namun pada tahun 2019, usulan itu belum terakomodasi. (pap)