KPM Bansos Sembako di Cianjur Temukan Butiran Plastik dalam Beras

201
ist

RadarPriangan.com, CIANJUR – Warga Cianjur, Jawa Barat, Dihebohkan dengan temuan butiran-butiran plastik di dalam beras bantuan sembako atau yang akrab disebut bantuan pangan non tunai (BPNT).

Butiran plastik berbentuk pipih dan bening menyerupai beras itu ditemukan oleh KPM di dua RT Kecamatan Bojongpicung saat memasak beras bantuan tersebut.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, minta Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, mengusut hingga tuntas temuan butiran plastik yang bercampur dalam beras tersebut.

”Kami langsung perintahkan Dinsos untuk mencek langsung ke warga dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Supliernya sudah pasti akan kami panggil,” kata Herman seperti dilansir dari Antara pada Minggu (20/9/2020).

Warga penerima manfaat program sembako di Kampung Margaluyu, Desa Sukratu, Kecamatan Bojongpicung, merasa curiga dengan beras yang baru dibeli dari E-warong di wilayah tempat tinggalnya.

Setelah ditanak menjadi nasi, terkesan sangat lembek dan lengket tidak seperti nasi dari beras yang biasa mereka dapatkan sebelumnya.

”Tekstur nasinya sangat lembek dan lengket seperti lem. Sehingga kami tidak berani mengonsumsinya, setelah kami cek dalam karung beras yang kami dapat dari E-warong, ada puluhan butir biji plastik yang samar seperti beras,” kata Ridwan warga penerima manfaat.

Untuk memastikan hal tersebut dia dan beberapa orang penerima manfaat lain, mencoba membuka karung beras yang masih utuh dan menemukan puluhan biji plastik layaknya butiran beras di dalamnya.

Dari setiap karung ditemukan lebih dari 20 butir biji plastik yang terkesan hampir sama dengan butiran beras.

”Selanjutnya warga melaporkan hal tersebut ke ketua RT/RW setempat dan dilanjutkan ke aparat desa,” ujar Ridwan.

Ketua RW 07 Kampung Margaluyu Salim mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menugaskan RT 2 dan 3 untuk melakukan pendataan berapa banyak warga penerima manfaat yang mengalami hal yang sama.

”Kami masih melakukan pendataan, sementara jumlah warga yang mendapat beras bercampur biji plastik lebih dari 100 orang. Kami sudah minta RT berkoordinasi dengan desa guna mencari tahu keberadaan biji plastik dalam beras bantuan pemerintah itu,” kata Salim.

Sementara Dinas Sosial Cianjur, memanggil supplier yang memasok beras dan sembako lainnya untuk penerima manfaat terkait adanya biji plastik dalam beras.

Dinsos juga akan melibatkan pihak kepolisian setempat guna mengusut keberadaan biji plastik yang bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

”Sesuai perintah Bupati Cianjur, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Cianjur. Bahkan dua karung beras berisi biji plastik yang mirip dengan butiran beras sudah diamankan. Kami akan memanggil supplier yang memasok beras tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial Cianjur Amad Mutawali seperti dilansir Antara, Senin (21/9/2020).

Dinsos akan memberi sanksi tegas terhadap pemilik jika pemberian batuan itu tidak sesuai standar. Namun, dinsos akan meminta klarifikasi dari pemilik apakah ada unsur kesengajaan atau tidak karena tercatat hingga saat ini delapan penerima manfaat di Kecamatan Bojongpicung menemukan biji plastik di dalam karung beras yang mereka dapatkan dari bantuan pemerintah.

”Dinsos belum bisa menjatuhkan sanksi karena belum ada kepastian apakah disengaja atau ada kelalaian dari pihak supplier terkait butiran plastik dalam beras tersebut. Kami akan memberi sanksi tegas jika ada unsur kesengajaan, sebab ini bantuan untuk masyarakat prasejahtera sehingga harus dengan kualitas terbaik,” kata Amad Mutawali.

Hingga saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut tuntas terkait adanya biji plastik di dalam karung beras bansos itu.

”Kami pastikan tidak ada lagi hal tersebut, kalau ada unsur kesengajaan kita akan serahkan ke pihak kepolisian untuk mengusut hingga tuntas,” ucap Amad Mutawali. (**)