KPK Pelototi Seleksi Jabatan

337

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Mekanisme seleksi pengisian jabatan Kementerian Agama (Kemenag) RI masih terus digodok tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini terkait dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag yang terungkap beberapa waktu lalu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, hari ini tim penyidik mendatangkan tiga orang panitia seleksi. Mereka diperiksa sebagai saksi bagi tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy.

Ketiga saksi adalah Wakil Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Pimpinan Tinggi Kemenang pada Sekretariat Jenderal, Mohammad Farid Wadjdi; Sekretaris Panitia Seleksi, Iwan Kurniawan; dan Tim Seleksi Administrasi Panitia Pelaksana Seleksi, Yennie Poetri.

“Untuk kasus suap seleksi atau pengisian jabatan di Kemenag, ada tiga orang saksi yang diperiksa hari ini,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (1/3).

Febri menjelaskan, pemeriksaan ketiganya guna menelusuri tahapan seleksi pengisian jabatan di Kemenag. Lebih lanjut dikatakan dia, penyidik perlu memahami secara rinci lantaran proses seleksi diduga menjadi kunci transaksi suap.

Karena, menurut penuturannya, salah seorang tersangka, Haris Hasanuddin, mulanya tidak masuk ke dalam tiga nama yang diajukan ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk dipilih. Namun, diduga terjadi kerja sama oleh sejumlah pihak untuk tetap memasukkan nama Haris yang kemudian dilantik sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Namun, Febri belum mengetahui kapan pihaknya akan memeriksa Menteri Lukman. “Itu sangat mungkin dilakukan. Tapi kapan persisnya waktu pemeriksaan tentu bergantung pada kebutuhan penyidik,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka. Selain Romy, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penetapan ketiga tersangka itu berdasarkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Satgas Penindakan KPK di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/3) pagi. Dalam OTT itu, KPK berhasil mengamankan total enam orang dan barang bukti berupa uang senilai Rp156.758.000.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif menuturkan, Romy diduga menerima uang sebesar Rp250 juta dari Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang tersebut diduga diserahkan untuk pengurusan proses seleksi keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga berstatus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/ful/fin)