KPK Geledah Sejumlah Tempat di Banjar, Salah Satunya Rumah Dinas Wali Kota

166
ist

RadarPriangan.com, BANJAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Banjar, Jawa Barat sejak Kamis (9/7/2020).

Beberapa lokasi yang telah didatangi KPK antara lain rumah Dinas Wali Kota Banjar kawasan pendopo, Dinas PUPR Kota Banjar juga rumah warga sipil yang dikenal sebagai pengusaha kontraktor (pemborong).

Dilansir Radartasikmalaya.com (Radar Priangan Group), pada Kamis pagi KPK tampak membawa empat mobil jenis minibus Kijang Inova berplat B (DKI Jakarta). Petugas KPK itu menggeledah kantor PT PMG di jalan Tentara Pelajar.

Tampak pula petugas kepolisian membawa senjata lengkap mengamankan penggeledahan tersebut. Mereka kemudian meninggalkan kantor kontraktor itu kamis malam.

“Pintunya tertutup dan terlihat ada aparat bersenjata. Mereka datang pakai mobil Plat B. Ada sekitar tiga sampai empat mobil. Pintu gerbangnya juga dijaga ketat, tertutup,” kata Agus, warga yang biasa mangkal di kantor tersebut, Jumat (10/7/2020) siang.

Sementara itu di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kota Banjar, beberapa orang yang diduga dari lembaga anti rasuah, juga menggeledah kantor tersebut.

Kemudian di rumah Dinas Wali Kota Banjar sendiri KPK melakukan penggeledahan pada Jumat (10/7/2020) yang dilakukan oleh 5 orang petugas. Di sana KPK mengamankan 2 koper yang disegel.

2 koper yang disgel itu kemudian dibawa dan dimasukkan ke masing-masing mobil minibus kijang Inova plat B yang diparkir di samping rumah dinas Wali Kota.

Tampak juga petugas Kepolisian membawa senjata laras panjang untuk mengamankan proses penggeledahan tersebut.

Perihal penggeledahan tersebut, Juru Bicara KPK bagian penindakan, Ali Fikri mengatakan penggeledahan di Kota Banjar merupakan proses penyidikan terkait kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPRPKP Kota Banjar tahun 2012 hingga tahun 2017.

“Kami informasikan bahwa saat ini KPK sedang melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012 hingga 2017,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Tim penyidik KPK sedang melakukan tahap pengumpulan alat-alat bukti.

Diantaranya memeriksa saksi dan melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar, termasuk diantaranya pada Jumat (10/7) di Pendopo Wali Kota Banjar dan Dinas PUPR.

“Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan,” papar Ali Fikri kepada Radar melalui pesan Whatsapp.(RT/RP)