KPGS Rekrut Petugas Tester, Perannya Vital Tentukan Kualitas Susu

234
Enam orang pelamar mengikuti tes di KPGS (istimewa)

RadarPriangan.com, GARUT – Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) melaksanakan rekrutmen calon karyawan, Selasa (18/02/2020) untuk memenuhi formasi petugas tester. Sebanyak 6 orang pelamar mengikuti tes di kantor KPGS Jalan Raya Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Manajer Utama KPGS, drh. H. Ade Hikmat Buana menjelaskan, pada rekrutmen ini, ada enam orang yang mengikuti tes. Dari enam orang yang mengikuti tes ini nantinya akan diseleksi lagi menjadi tiga orang karyawan tester.

Sebetulnya kata H Ade, jumlah pelamar sendiri lebih dari seratus orang. Pelamar ini diantaranya ada yang sudah mengirimkan surat lamaran sejak tahun 2018 dan 2019.

Karena saat ini KPGS memerlukan karyawan untuk formasi tester, maka rekrutmen pun dibuka dengan menjaring pelamar yang ada tersebut.

“Kebetulan kita butuh tiga orang kita melihat dari yang memasukan lamaran, dari sekian bahkan mungkin lebih dari seratus orang karena formasi yang kita butuhkan adalah tenaga lulusan SLTA tester atau penyeleksi susu di lapangan,” jelasnya.

Dari seratus orang lebih pelamar itu, setelah dilaksanakan seleksi administratif, ditetapkan delapan orang yang berhasil mengikuti tes. Namun dua orang tidak hadir karena yang dua orang itu sudah mendapatkan pekerjaan lain, sehingga hanya enam orang yang mengikuti tes.

“Nah tadi ada seleksi pengetahuan umum, masalah perkoperasian dan persusuan, ada tiga materi. Kedua, hari ini juga setelah istirahat ada psikotes untuk lebih menentukan dari mulai bisa bekerja dalam tekanan dan sebagainya,” ujar H Ade.

Kemudian nanti pengumuman akan dipampang di KPGS dan peserta juga akan dihubungi melalui kontak yang ada.

“Ada peringkat berdasarkan nilai, misalkan dari enam ada empat yang nanti diundang untuk interview (wawancara). Baru kita menentukan tiga orang yang terpilih sebagai karyawan,” ujarnya.

Lebih jauh H Ade menjelaskan, karyawan tester yang saat ini dibutuhkan adalah petugas yang perannya sangat vital dalam menentukan kualitas susu.

Tugasnya adalah menyeleksi susu di lapangan dengan melakukan sejumlah tes seperti tes organoleptik yaitu memilih susu yang baik berdasarkan bau, rasa, dan warna.

Kemudian petugas tester juga melakukan uji alkohol untuk melihat apakah ada pemalsuan susu atau ada keasaman tinggi pada susu. Kemudian juga ada uji berat jenis yang juga dilakukan untuk mengetahui apakah susu tersebut murni atau susu yang telah dicampur (Dipalsukan).

Tiga orang yang nanti berhasil diterima kata H Ade, akan mengikuti tahap percobaan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Dari sana akan dievaluasi kemudian jika memenuhi syarat, maka akan diangkat menjadi karyawan tetap.

Disinggung soal gaji dan fasilitas kerja, H Ade menjelaskan bahwa KPGS menerapkan seluruh aturan dari Pemerintah terutama berdasarkan aturan ketenagakerjaan maupun perkoperasian.

“Karena sudah ada peraturan dari Menteri Ketenagakerjaan bahwa harus mengikuti sesuai UMK paling rendah. Alhamdulillah masalah salary tidak hanya dari kesejahteraan karyawan tapi ada juga seragam, kemudian ada pelayanan kesehatan,” katanya.

“Bahkan pelayanan kesehatan tidak hanya BPJS kesehatan, tapi ada juga yang dikelola sendiri KPGS (asuransi kesehatan). Jadi dia ke dokter manapun atau rumah sakit manapun ada penggantian dari KPGS. BPJS Kesehatan juga tetap diikutkan,” tambahnya.

“Kemudian fasilitas karyawan ada juga BPJS Ketenagakerjaan, dimana ada penjaminan, jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan pensiun. Makanya di KPGS ini seperti PNS juga ada pensiun,” katanya.

Untuk pensiun sendiri berdasarkan peraturan Pemerintah, yaitu bagi karyawan yang sudah bekerja 15 tahun sejak iuran maka akan mendapatkan pensiun per bulan, tidak disekaliguskan. Sementara karyawan yang iuran tidak memenuhi 15 tahun, maka pensiunnya disekaliguskan ditambahkan dengan sistem pesangon.(fer)