Klarifikasi, KPK Membantah Novel Tidak Berafiliasi Capres 02

291
Novel Baswedan

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis tudingan yang menyebut penyidik senior Novel Baswedan terafiliasi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. KPK memastikan seluruh jajarannya tidak memiliki keterkaitan dengan politik praktis, terlebih partai politik.

“Mulai dari unsur pimpunan sampai pegawai kami pastikan tidak akan terkait pada kelompok praktis mana pun. Jadi kami harap semua pihak bisa menempatkan KPK sebagai lembaga independen,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, kemarin (1/4).

Febri menambahkan, Novel telah menyampaikan kepada pimpinan bahwa informasi tersebut hanya lah isu belaka. Novel pun dengan keras membantah hal tersebut. “Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi,” tukas Febri.

Febri memandang, sebenarnya masih ada hal yang lebih penting untuk dibahas ketimbang isu seperti itu. Yakni, bahwa kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel belum juga terungkap. Padahal sudah lebih dari dua tahun sejak kejadian tersebut terjadi. “Ini yang lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial,” terangnya.

Isu tersebut bermula kala Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membeberkan dua nama yang bakal menjadi calon Jaksa Agung jika capres nomor urut 02 itu menang. Salah satu nama itu adalah penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sementara, nama lainnya adalah mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto.

“Saya kasih bocoran. Ada wacana Mas Novel Baswedan yang akan menjadi Jaksa Agung, ada wacana Mas Bambang Widjojanto yang jadi Jaksa Agung,” kata Andre di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (29/3). Lantas, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai Novel memiliki afiliasi dengan Partai Gerindra. Ia pun mendesak KPK untuk mengklarifikasi isu tersebut.

“Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini,” ujar Pane dalam keterangan tertulis.

Pane menjelaskan, isu Novel sebagai orang Gerindra muncul setelah Jubir BPN Prabowo Sandi, Andre Rosiade memberi bocoran kepada wartawan bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2019, Novel Baswedan atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung.

Hal itu, menurutnya, juga diperkuat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dan Arief Poyuono. Keduanya pernah menyatakan Novel sudah lama dekat dengan Prabowo.

“Pernyataan ketiga tokoh itu harus disikapi pimpinan KPK agar independensi lembaga itu tetap terjaga. Sehingga KPK tidak ditunggangi dan diperalat kekuatan partai politik tertentu untuk mengkriminalisasi lawan lawan politiknya dengan isu atau kasus kasus korupsi,” tegas Pane. (riz/fun/fin)