Kisah Supiadin Aries Saputra Jadi Pangdam Aceh Meluluhkan Hati GAM

791
Supiadin Aries Saputra

RadarPriangan.com, GARUT – Mayjen TNI purnawirawan, Supiadin Aries Saputra, Anggota DPR/MPR RI Komisi I Fraksi NasDem, memiliki karier yang gemilang ketika menjadi TNI. Di antara kesuksesan Supiadin dalam dunia militer, ada sepotong kisah menarik ketika dirinya menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda, Aceh tahun 2005-2008.

Seperti diketahui bahwa masa itu, Aceh tengah dirundung konflik dengan adanya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Situasi politik dan keamanan pada waktu itu benar-benar dihadapkan pada situasi sulit.

Tentunya bukan hal yang mudah bagi Pangdam TNI (panglima komando daerah militer) untuk menciptakan keamanan di Aceh waktu itu. Namun dengan kecerdasan seorang Supiadin Aries Saputra, dia berhasil merangkul hati GAM sehingga mau berdamai menandatangani MoU dengan NKRI.

Supiadin menceritakan, awal mula kariernya menjadi Pangdam Iskandar Muda Aceh, adalah ketika Aceh dilanda Tsunami tahun 2004. Waktu itu Supiadin masih menjabat Pangdam Udayana Bali.

“Waktu itu saya sedang proses baru mendengar tsunami, saya mengumpulkan tim saya dari (komunitas) motor gede untuk mengumpulkan dana untuk dibawa ke Aceh. Tiba-tiba dana dikumpulkan, saya mendapatkan SK (menjadi Pangdam Iskandar Muda Aceh),”: katanya.

“Nah dari situlah saya mempelajari Aceh, mengapa pemberontakan di Aceh ini tidak selesai-selesai, apa sih latar belakangnya. Itulah yang jadi dasar saya bahwa GAM itu tidak percaya pada TNI, dia menganggap TNI lah yang selalu menggagalkan perdamaian. Maka atas dasar itu saya berusaha merangkul mereka, bahwa TNI yang suka damai,” tambahnya.

Supiadin waktu itu menggunakan pendekatan agama untuk merangkul GAM. Supiadin tidak mau menggunakan pendekatan militer, karena perang melawan GAM menurutnya merupakan perang gerilya, bukan perang moderen. Karena yang dilawan adalah rakyat sendiri.

Maka pendekatan dengan militer tidaklah efektif. Supiadin sebisa mungkin meniadakan kontak fisik dengan GAM dan dia lebih memilih menembak hati bukanlah menembak secara fisik.

“Saya rangkul hatinya dengan menuliskan berbagai baligo dan billboard di seluruh kabupaten/kota sebanyak 22 kabupaten kota waktu itu. Saya tulis di billboard “Hanya orang-orang yang beriman yang selalu menjaga lingkungannya menjadi aman”.

Dengan tulisan itulah Supiadin berhasil menciptakan keamanan di hati GAM. Dan orang GAM akhirnya juga menganggap bahwa jika mereka tidak menjaga keamanan, maka mereka bukanlah orang beriman.

Selain itu Supiadin juga memulangkan tiga batalyon TNI ke pulau Jawa. Hal itu sebagai komitmennya bahwa TNI suka damai, dan TNI benar-benar komitmen untuk menjaga perdamaian di Aceh.

Akhirnya dengan pendekatan itulah, GAM pun mau berdamai dengan TNI. dan mereka mau menandatangani MoU dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Jadi perang di Aceh itu perang gerilya bukan perang moderen karena perang melawan rakyat sendiri. Jadi dia seoptimal mungkin jangan kita bunuh tapi kita rangkul hatinya,” katanya.

Sementara itu ada kisah lain, bagaimana kedekatan Supiadin dengan umat Islam. khususnya kedekatannya dengan PCNU Garut. Sebagiamana diceritakan oleh Rd Aas Kosasih, Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jabar.

Aas sangat berterimakasih dan berhutang budi atas kepedulian Supiadin Aries Saputra dalam membangun kantor PCNU Kabupaten Garut. Waktu itu Aas ditunjuk sebagai ketua panitia pembangunan kantor PCNU Garut. Dan PCNU waktu itu dihadapkan pada masalah anggaran.

“Alhamdulillah bermodalkan uang 20 juta kita membangun kantor PCNU dengan doa dan air mata. Dan yang jadi pahlawan bagi saya waktu itu, kita menghadapi tiap hari kamis itu adalah waktu berbayar tenaga kerja. Waktu itu dari PCNU tidak ada uang untuk membayar upah,” kata Aas.

Dengan kedekatannya kepada Supiadin Aries Saputra, Alhamdulillah waktu itu Supiadin dengan kemurahan hatinya membantu pendanaan membangun kantor PCNU Garut. “Alhamdulillah beliau tidak bosan, bahkan kita pernah minta Rp 4 juta dikasih malah Rp7 juta. Dan itu sering, bahkan kalau diakumulasikan itu mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

“Maka dengan dibangunnya kantor PCNU saya memohon pada pengurus PCNU Garut dan ulama se-Garut untuk kiranya mendukung dan mendorong pak Jenderal untuk dicoblos (sebagai Caleg DPR RI dapil Jabar XI ) nomor urut 1 partai NasDem,” katanya. (fer)