Kicauan Mezut Ozil di Twitter Soal Muslim Uighur, China Undang ke Xinjiang

112

BEIJING – Pernyataan Mesut Ozil tentang muslim Uighur di Xinjiang ternyata membuat pemerintah Tiongkok terusik. Sampai-sampai Beijing menggelar konferensi pers untuk menanggapi pernyataan pesepak bola asal Jerman tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan, Ozil telah tertipu berita palsu mengenai muslim Uighur. Dia pun mengundang bintang klub sepak bola Arsenal itu untuk berkunjung ke Xinjiang.
“Saya tidak tahu apakah Tuan Ozil pernah berkunjung ke Xinjiang secara langsung. Namun, dia tampaknya telah tertipu oleh berita palsu, dan penilaiannya dipengaruhi oleh kata-kata yang tidak benar,” tutur Geng, Senin (16/12/2019) seperti dikutif dari Fajar (Grup Radar Garut).

Menurut Geng, Ozil tidak tahu bahwa pemerintah Tiongkok melindungi kebebasan beragama semua warganya, termasuk etnis Uighur. Ozil juga perlu tahu bahwa langkah-langkah penanggulangan terorisme di Xinjiang mendapat dukungan dari semua kelompok etnis.

Dia pun mengingatkan bahwa berkat program-program pemerintah pusat, tidak ada insiden terorisme di Xinjiang selama tiga tahun berturut-turut.

“Kami mengundang Tuan Ozil untuk datang ke Xinjiang, dan berjalan-jalan untuk melihat-lihat,” kata Geng.

“Selama dia memiliki hati nurani, dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta mempertahankan sikap objektif dan tidak memihak, dia akan melihat Xinjiang yang berbeda,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kicauan di Twitter, Ozil menuding Tiongkok menekan dan mempersekusi muslim Uighur. Termasuk mempersulit etnis minoritas itu beribadah dan menjalankan keyakinan.

“Mereka membakar Alquran, menutup masjid, menutup madrasah, dan membunuh para tokoh mereka [Uighur]. Para pria dipaksa tinggal dalam kamp dan keluarga mereka dipaksa tinggal dengan orang-orang China. Para wanitanya dipaksa menikah dengan orang-orang China,” tulis Ozil di Twitter.

Dia bahkan menyebut Xinjiang dengan nama Turkistan Timur. Nama tersebut selama ini dipakai kelompok separatis Uighur untuk menyebut wilayah Xinjiang. (xinhua/ant/jpnn/fajar)