Ketimbang Baca, Anak Cenderung Suka Main Game

238
Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat membuka acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi/Kabupaten/Kota di Gedung Islamic Center, Kamis (21/3). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Wabup Minta Orang Tua Awasi Anaknya Main HP

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengaku prihatin dan khawatir dengan perkembangan tehnologi komunikasi terutama handpone (HP) dan sejenisnya.

Pasalnya, berdasarkan data terakhir kepemilikan HP di Indonesia sudah mencapai 300 jutaan. Dari jumlah itu sebanyak 44 persennya digunakan untuk game.

“Begitu pun di Garut kondisinya tidak akan jauh berbeda. Bahkan kemungkinan lebih banyak jumlah HP-nya dari pada jumlah penduduknya. Makanya saya prihatin dengan kondisi ini. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan bagaimana anak kita agar tidak terbiasa dengan menggunakan HP, justru sebaliknya agar bisa mengarahkan untuk rajin membaca buku,” kata Helmi usai membuka acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi/Kabupaten/Kota di Gedung Islamic Center, kemarin (21/3).

Helmi mengatakan, sebelumnya beraktivitas di perpustakaan cenderung sulit, namun dengan adanya perpustakaan berbasis inklusi sosial kesempatan untuk membaca sangat terbuka.

“Di Perpustakaan Garut bisa kegiatan diskusi dan praktek sehingga minat baca akan meningkat. Oleh karena itu aktivitas kita pun akan meningkat sekaligus minat baca juga akan meningkat,” katanya.

Meski begitu, Helmi mengakui, Perpustakaan Garut masih minim sarana dan buku bacaan.

“Alhamdulillah minat baca masyarakat Garut berada di urutan ke tiga se Jawa Barat. Memang saya akui sarana kita masih kurang, tapi paling tidak kita sudah melakukan hal hal yang terbaik di antaranya kita telah memiliki gedung yang bagus, gedung tiga tingkat, gedung meyakinkan semua orang bisa menampung sekitar 200 orang,” kata Helmi.

Oleh karena itu, lanjut Helmi, Pemerintah Daerah terus berupaya melengkapi perpustakaan dengan buku buku baru yang berkwalitas.

“Saat ini Perpustakaan Garut hanya memiliki sekitar 26 ribu eksemplar, tetapi banyak perpustakaan perpustakaan tersebar di desa desa yang didirikan oleh masyarakat. Belum lama ini ada tiga desa yang mendapatkan langsung bantuan dari pusat persediaan buka bacaan. Mudah-mudahan terus bertambah lagi ke desa lainnya. Sekarang ini buku buku di Perpustakaan bervariatif, seperti buku peternakan, tentang kearifan lokal, wisata, dan lainnya,” kata Wabup didampingi Kadis Perpustakaan Garut, Hj. Lisnawati. (erf)