Ketahuan Selingkuh, Endi Dikeroyok Bapak dan Anak

545
Korban penganiayaan dibawa ke RSUD dr Slamert. (ist)

RadarPriangan.com, GARUT – Seorang pria bernama Endi ditemukan telah bersimbah darah di sebuah atap rumah kosong di Kecamatan Wanaraja. Dia diduga menjadi korban pengeroyokan setelah tepergok berselingkuh dengan istri orang lain.

Salah satu saksi mata, Asep Dudung, 41, menyebut awalnya warga menemukan Endi berada di atap rumah dengan kondisi banyak luka di bagian wajahnya. Saat itu warga langsung membantunya turun dari atap rumah menggunakan tangga.

“Saat turun kondisinya banyak luka, wajahnya dipenuhi darah. Sudah agak lemas juga, kayaknya sudah banyak darah yang keluar,” ujarnya, Rabu dini hari (24/7).

Sebelum diturunkan warga dari atap rumah, kata Asep, Endi diketahui sempat meminta tolong dengan berteriak dalam kondisi terlentang di salah satu atap rumah. Dia sendiri menduga luka yang dialami Endi akibat dikeroyok.

“Katanya tadi ketahuan selingkuhi istri orang,” ucapnya.

Asep sendiri tidak mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi. Dia bersama warga lainnya mengaku hanya menolong dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Sekarang posisinya sudah di RSUD dr Slamet Garut. Di ruang IGD” katanya.

Kepolisian resor Garut menangkap dua orang warga yang diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap Endi di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Kedua orang yang diamankan polisi diketahui merupakan bapak dan anak, dan diketahui merupakan suami dan anak dari wanita yang diduga selingkuhannya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang warga berinisial TA, 55, dan KF, 28.

“Setelah kita menerima informasi adanya penganiayaan kita turunkan tim Resmob untuk membackup Polsek Wanaraja. Kita amankan dua orang yang diduga melakukan penganiayaan,” ujarnya, Rabu (24/7).

Saat ini, kata Maradona, kedua orang yang diduga melakukan penganiayaan telah berada di Mapolsek Wanaraja untuk diperiksa lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal yang diterimanya, keduanya melakukan aksi tersebut karena dipicu kecurigaan keduanya terhadap korban yang telah berselingkuh dengan isteri TA.  

Ia mengatakan, bahwa keduanya diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian penganiayaan di Kecamatan Wanaraja. Maradona mengatakan bahwa kedua orang yang pihaknya amankan adalah bapak dan anak.

Sementara itu, Kapolsek Wanaraja Kompol Liman Heryawan menyebut bahwa perselingkuhan Endi dengan isteri TA sudah diketahui bersama anaknya. TA dan RF pun kemudian melakukan pengintaian secara langsung.

“Saat sudah berada di dalam kamar, kemudian Endi ini dikeroyok oleh keduanya. Saat ini Endi masih di RSUD dr Slamet Garut. sedangkan TA dan RF saat ini masih kita periksa di Mapolsek,” katanya.  (igo)