Kepala Sekolah di Garut Bawa Pistol? Begini Penjelasan Polisi

464

RadarPriangan.com, GARUT – Viral berita salah seorang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Garut membawa senjata api (senpi) jenis pistol.

Aksi Koboy Kepala sekolah itu pun dipertanyakan netizen yang membaca kabar tersebut di media online.

Lantas seperti apakah alasan kepala sekolah membawa pistol itu?.

Atas viralnya berita tersebut, Kepala Sekolah dengan inisial DJ itupun menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut, Senin (8/6/2020).

plh Kasubag Humas Polres Garut, IPDA Muslih Hidayat, SH dalam keterangan persnya membenarkan perihal kabar tersebut.

Kronologisnya, pada hari Senin (8/6/2020) sekira jam 15.30 wib diperoleh informasi terkait kepemilikan senjata api oleh pemilik yang diduga merupakan Kepala Sekolah SMK.

Selanjutnya pada sekira jam 19.45 WIB penyidik Polres Garut melakukan klarifikasi terhadap Kepala Sekolah.

DJ datang atas kehendak sendiri guna memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan di sejumlah media online itu.

Dari hasil klarifikasi itu, Muslih menjelaskan bahwa saksi (DJ) membenarkan telah menguasai, membawa dan menyimpan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak tersebut yaitu pada hari Kamis (4/6/2020) sekira jam 13.00 WIB di Jl. Pembangunan, Desa Sukagalih.

Saksi kata Muslih, menjelaskan bahwa Senjata dan amunisinya yang dibawa tersebut setiap hari memang berada di mobil.

Senjata api (senpi) berjenis Pistol, merk BARETA itu menurut DJ adalah untuk menjaga diri.

Namun demikian, DJ sendiri sudah mendapatkan izin menguasai, membawa dan menyimpan senjata api, amunisi atau bahan peledak tersebut.

“Saksi memiliki izin langsung dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata No. Pol. SIPSPK/ 10118-a/ VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019,” sebut IPDA Muslih.

Adapun pada hari Kamis itu, DJ membawa pistol tersebut disimpan di dalam saku celana sebelah kanan. Dan pada saat itu menurut pengakuannya pistol tersebut tidak dikeluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun juga.

“Saksi menjelaskan bahwa pada saat itu saksi merasa diancam dan diintimidasi oleh massa yang berjumlah kurang lebih 100 orang setelah itu saksi masuk ke dalam mobil dan senjata tersebut disimpan di dalam saku celana sebelah kanan saksi,” ujar Muslih.

“Saksi menjelaskan bahwa pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2020 sekira pukul 13.00 WIB, awalnya saksi pada saat itu akan melaksanakan olahraga Badminton kemudian sebelum saksi melakukan olahraga tersebut mendapatkan kabar dari wakil kepala sekolah SMK I Garut bahwa gedung Patriot sudah dibongkar sekerumunan massa, setelah itu saksi melihat gedung tersebut dan setelah saksi di gedung patriot sudah dikuasai,” lanjut Muslih.

Karena saksi takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kemudian saksi masuk ke dalam mobil dan membawa senjata pistol karet jenis BARETA tersebut ke dalam saku dan tidak saksi keluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun.

“Hanya sebatas menjaga atau untuk membela diri saja jika terjadi apa-apa,” ujarnya. (RP)