Kendati Ridwan Saidi Sudah Minta Maaf, Proses Hukum akan Tetap Berjalan

166
Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospiat Brata (Rizki Aldi Saputra)

RadarPriangan.com, CIAMIS – Warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, benar-benar marah atas pernyataan Sejarawan Ridwan Saidi atau yang akrab disapa Babe Saidi tentang kerajaan Galuh Ciamis.

Bahkan kabarnya, sejumlah tokoh di Ciamis akan mengambil langkah hukum terkait pernyataan Babe Saidi tersebut.

Namun belakangan, Ridwan Saidi sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa pernyataannya itu bukan dalam rangka mencari sensasi atau menjelekkan Kabupaten Ciamis.

Dikutif dari Kompas TV, Ridwan Saidi mengatakan bahwa dirinya hanya berniat merekonstruksi sejarah dalam rangka membekali pengetahuan generasi muda.

“Saya ini berusaha sebagai warga negara Indonesia untuk merekonstruksi sejarah dalam rangka persatuan Indonesia dan membekali generasi muda untuk menyongsong masa depan Indonesia,” Ujarnya.

“Kalau misalnya apa-apa yang saya ungkapkan itu tidak berkenan khususnya dalam konteks ini masyarakat Ciamis berkenaan dengan Kerajaan Galuh, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak mencari sensai sejarah, saya merekonstruksi sejarah. Kalau ada yang saya kutif arti Galuh itu dari kamus Armenia English, kamusnya itu sendiri gak bisa saya robah. iya kan,” sambung Ridwan Saidi.

Bahkan Ridwan Saidi juga menyatakan kesiapannya untuk datang ke Kabupaten Ciamis atas undangan tokoh masyarakat. Namun kapan tepatnya, menurut Ridwan Saidi itu tegantung dari kapan undangan tersebut akan diterimanya.

“Oh iya, saya akan datang udah ada kontak kok saya dengan mereka, saya akan datang,” kata Ridwan Saidi.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospiat Brata menyampaikan, untuk permohonan maaf Ridwan Saidi menurutnya silahkan saja.

” Yang jelas beliau datang dulu ke sini, kita semua warga tatar Galuh Ciamis ingin melihat langsung yang namanya pak Ridwan Saidi,” ucapnya, Sabtu (15/02/2020).

Ia menambahkan, bahwa warga Ciamis benar-benar terkoyak atas pernyataan Ridwan Saidi tersebut. Apa yang dikatakan tentang Galuh menurutnya tidak benar sama sekali.

“Begitu banyaknya masyarakat tatar Galuh Ciamis yang cinta akan nama Galuh sampai- sampai banyak institusi yang memakai nama Galuh,”jelasnya

Sementara untuk masalah hukum, menurutnya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

” Kita akan maafkan, akan tetapi langkah hukum akan terus berjalan karena banyaknya masyarakat tatar Galuh Ciamis yang terus melapor bahkan esok lusa akan ada gerakan lagi,”pungkasnya.(mg2)