Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner, Asap Rokok Salah Satu Penyebabnya

119
pixabay

PENYAKIT jantung koroner adalah sebuah kondisi, yang seringkali dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, juga keturunan.

Jantung koroner sendiri dianggap sebagai penyakit mematikan di dunia bahkan di Indonesia dikatakan sebagai penyebab kematian tertinggi.

Namun tahukah Anda, ada kebiasaan yang dapat memicu terbentuknya gangguan jantung koroner selain tiga hal tadi.

Salah satunya adalah kebiasaan orang menghisap rokok berbasis tembakau.

Seperti dilansir Heart, kebiasaan merokok adalah risiko independen terkuat, yang dapat mendorong seseorang mengalami gagal jantung, pada pasien jantung koroner.

Tidak hanya itu, mereka yang non perokok pun, jika menghirup asap (perokok pasif) yang dihasilkan dari pembakaran rokok, juga memiliki potensi akan penyakit jantung koroner.

Anda adalah non perokok yang kerap menghirup asap rokok orang lain, lantaran merasa tidak enak untuk menegur, atau memang tipe orang yang cuek, Anda mungkin ingin merubah mindset Anda mulai sekarang?.

Lalu seperti apakah gejala jantung koroner?

Melansir laman Halodoc, penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung tersumbat oleh timbunan lemak. Semakin banyak lemak menumpuk, arteri koroner semakin menyempit dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.

Itulah kenapa penyakit jantung koroner ini perlu diwaspadai, karena bisa berakibat fatal bagi tubuh. Agar kamu lebih waspada, kenali gejala PJK berikut.

Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Koroner:

1) Nyeri dada, disebut juga angina. Kondisi ini ditandai nyeri dada akibat area otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Selain pada dada, nyeri bisa menjalar ke area bahu, leher, rahang, atau punggung. Nyeri sering muncul saat seseorang sedang beraktivitas, makan, kedinginan, stres, atau istirahat.

2) Keringat dingin dan mual. Ketika pembuluh darah menyempit, otot jantung rentan kekurangan oksigen, sehingga memicu iskemia. Akibatnya, pengidap PJK mengalami keringat dingin dan mual.

3) Sesak napas. Jantung yang tidak berfungsi normal berimbas pada saluran pernapasan. Itu mengapa pengidap PJK rentan mengalami sesak napas, yang seringkali terjadi bersamaan dengan gejala nyeri dada.

Jika merasakan gejala nyeri dada dalam waktu lama dan terjadi berulang kamu harus memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika kamu memiliki faktor risiko PJK, seperti adanya riwayat keluarga dengan kondisi serupa (faktor genetik), sering konsumsi makanan berlemak, mengalami kegemukan, merokok, serta memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi.(ruf/fin/RP/halodoc)