Kemendikbud Undang Mahasiswa Kesehatan Jadi Relawan, Edukasi Tentang Korona

59
foto FIN

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengundang putra ibu pertiwi, para anak bangsa untuk menjadi relawan melawan korona.

Undangan ini terkhusus kepada para Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kesehatan yang dipersiapkan untuk melakukan edukasi, pencegahan dan pengendalian pandemi korona.

Keterlibatan para relawan ini kata Mendikbud Nadiem Makarim, adalah bagian dari upaya gotong royong dan gerakan masyarakat secara sukarela.

“Kami paham betul bahwa resiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tidaklah akan berhasil tanpa dukungan seluruh masyarakat, terutama bagi generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang tepat. Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutuhkan pahlawan-pahlawan medis yang berjuang bersama demi masyarakat,” ujar Nadiem.

Namun demikian, Nadiem juga menjanjikan akan memberikan sejumlah insentif bagi para relawan tersebut.

“Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insentif dari Kemendikbud, dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program Co-As atau sebagai satuan kredit semester,” terangnya, seperti dilansir dari Fajar Indonesia Network (FIN/ Grup RadarPriangan.com).

Namun demikian, para relawan ini tidak langsung diterjunkan menangani pasien. Mereka nantinya akan digunakan membantu program komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Yaitu melalui call center dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya.

Untuk memulai langkah ini lanjut Nadiem, pihaknya sudah meminta bantuan Rektor/Direktur Politeknik Kesehatan untuk mendorong Dekan Faluktas Kedokteran/Keperawatan/Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Khususnya kepada mahasiswa tingkat akhir/Co-Asssistant (Co-As) untuk secara sukarela bergotong royong sebagai relawan kemanusiaan guna mendukung pencegahan meluasnya covid-19. (fin/red)